Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Bangkalan · 26 Apr 2026 02:54 WIB ·

Realisasi Dana BOS SDN Banangkah 1 Tuai Kritik, Anggaran Besar tapi Fasilitas Sekolah Memprihatinkan


 Realisasi Dana BOS SDN Banangkah 1 Tuai Kritik, Anggaran Besar tapi Fasilitas Sekolah Memprihatinkan Perbesar

Bangkalan, Potretrealita.com – Pengelolaan anggaran Dana Bos di SDN Banangkah 1, tahun 2025 menuai sorotan tajam. Dari total pagu sebesar Rp110.090.000, tercatat Rp36.955.000 digelontorkan untuk perbaikan atap plafon. Namun, fakta di lapangan justru memunculkan tanda tanya besar.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah Rini menyatakan bahwa anggaran tersebut telah digunakan untuk memperbaiki atap plafon bangunan sekolah. Sayangnya, kondisi riil tidak sepenuhnya mencerminkan pernyataan tersebut. Sejumlah titik atap masih tampak berlumut, bahkan plafon terlihat mengelupas, menandakan perbaikan yang diduga tidak maksimal atau belum menyeluruh.

Kritik keras datang dari Ketua DPC Bangkalan LSM Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM), Tomi. Ia menilai penggunaan anggaran pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana diduga telah melampaui batas kewajaran.

“Kalau melihat angka yang digunakan, itu sudah melebihi 20 persen dari total anggaran dana Bos yang diterima oleh sekolah. Padahal, aturan maksimalnya di kisaran itu. Ini patut dipertanyakan,” tegas Tomi.

Tak hanya soal plafon, kondisi fisik bangunan sekolah secara umum juga dinilai jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan besarnya anggaran yang telah diserap setiap tahunnya.

Dinding sekolah terlihat mengelupas, sejumlah jendela kelas dalam kondisi rusak, dan tidak menunjukkan adanya perbaikan signifikan.

“Secara kasat mata, tidak mencerminkan bahwa anggaran sudah terserap puluhan juta. Jangan-jangan anggarannya habis, tapi realisasinya nihil,” sindirnya.

Sorotan juga mengarah pada pos pengembangan perpustakaan yang menyerap anggaran sebesar Rp11.469.000. Kepala sekolah mengklaim dana tersebut digunakan untuk pembelian buku. Namun, pernyataan itu berbanding terbalik dengan pengakuan salah satu wali murid.

“Anak saya tidak pernah menerima atau membawa pulang buku baru dari sekolah,” ujar wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Perbedaan antara laporan penggunaan anggaran dengan kondisi faktual di lapangan serta keterangan dari pihak terkait memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai rincian teknis pekerjaan maupun distribusi buku yang dimaksud.

Kasus ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, termasuk dinas pendidikan dan aparat penegak hukum, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan. Jika terbukti terjadi penyimpangan, maka langkah tegas harus segera diambil demi menjaga integritas pengelolaan anggaran negara di sektor pendidikan. (Red)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Parkir Saat Bekerja, Motor Wanita Asal Surabaya Hilang Digondol Maling

15 Mei 2026 - 13:51 WIB

“Kelak Semua Jadi Milikmu,” Pesan Haru Nenek Rusmini kepada Cucu yang Tuntut Warisan

15 Mei 2026 - 10:30 WIB

DPD Banten LSM Triga Nusantara Instruksikan DPC Awasi Ketat PPDB 2026, Tegaskan Tolak Pungli dan Titipan

15 Mei 2026 - 09:59 WIB

Polres Malang Ungkap Pembalakan Liar di Sumbermanjing Wetan, Sopir Truk Kayu Ilegal Diamankan

15 Mei 2026 - 09:55 WIB

Polres Ngawi Cek SPPG Ketanggi, Tekankan SOP hingga Zero Accident

15 Mei 2026 - 09:51 WIB

Polres Ponorogo Libatkan Sidokkes Pastikan Makanan Program MBG Aman Dikosumsi

15 Mei 2026 - 09:47 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!