Surabaya, Potretrealita.com – Suasana tenang di sebuah rumah kos di Jalan Margorejo 5A, Wonocolo, Surabaya, mendadak ricuh pada Sabtu sore (28/3/2026). Teriakan “maling” yang dilontarkan seorang pemuda bernama Gadit, anak pemilik kos, memecah keheningan setelah ia memergoki seorang pria asing dengan gerak-gerik mencurigakan di area parkir.
Target pelaku adalah sepeda motor Honda BeAT milik penghuni kos berinisial AL. Kondisi pagar yang tidak terkunci serta suasana yang sepi diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Namun, keberanian Gadit yang langsung berteriak dan mengejar pelaku berhasil menggagalkan upaya pencurian tersebut.
Teriakan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Pelaku yang panik berusaha melarikan diri, namun terjatuh di dekat Hotel Movenpick. Dalam waktu singkat, warga berhamburan keluar dan ikut melakukan pengejaran.
“Ini sudah sering meresahkan, kami tidak bisa diam,” ujar salah satu warga yang turut mengejar pelaku.
Emosi warga sempat memuncak. Dua pelaku berinisial RI dan RG, yang diperkirakan masih berusia sekitar 20 tahun, sempat menjadi sasaran amukan massa. Sementara satu pelaku lainnya berhasil meloloskan diri dari kejaran warga.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, warga menemukan sejumlah barang bukti dari jok sepeda motor pelaku, di antaranya kunci T serta pelat nomor yang tidak jelas asal-usulnya. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa para pelaku memang berniat melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor.
Situasi yang sempat tegang akhirnya dapat dikendalikan setelah aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian. Kedua pelaku segera diamankan ke dalam mobil patroli guna menghindari aksi main hakim sendiri yang lebih parah.
“Kami ingin lingkungan tetap aman. Jangan sampai generasi muda memilih jalan pintas seperti ini,” ujar seorang warga yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Diketahui, kedua pelaku berasal dari kawasan Bulak Banteng dan Kedung Mangu, Surabaya. Saat ini, keduanya telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. (Mul)











