Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 8 Sep 2025 07:15 WIB ·

Audensi F-PTP Kejari Tunggu Audit Skandal kasus BOS & Pungli di SMKN 1 Sampang


 Audensi F-PTP Kejari Tunggu Audit Skandal kasus BOS & Pungli di SMKN 1 Sampang Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Sudah dilaporkan dan masih Undu delay Front Peduli Transparansi Publik (FPTP) Sampang mendesak penegakan hukum lebih serius terkait dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pungutan liar, hingga penahanan ijazah di SMKN 1 Sampang. Desakan itu disampaikan dalam audensi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang pada Senin pagi (8/9/2025).

Dalam Audensi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kejari Sampang, Fadilah Helmi, S.H, M.H, bersama Kasi Intel, Diecky E.K. Andriansyah, S.H, M.H. Dari pihak pelapor, hadir Ketua FPTP, Syaiful Fatoni, beserta jajaran pengurus.

Pertemuan saat Audensi, FPTP mempertanyakan tindak lanjut laporan yang telah mereka ajukan sejak 5 Mei 2025 lalu. Laporan tersebut menyoroti dugaan penyelewengan dana BOS tahun anggaran 2023–2024, pungutan liar di lingkungan sekolah, serta kasus penahanan ijazah yang merugikan siswa dan orang tua.

Menurut Syaiful, pihak Kejari menegaskan bahwa perkara tersebut kini menunggu hasil audit dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur. “Inspektorat sudah turun langsung ke SMKN 1 Sampang. Alhamdulillah, sekarang tinggal menunggu kabar hasilnya,” ujar Syaiful usai audensi.

Meski demikian, ia menyebut pertemuan ini memberi angin segar bagi upaya mereka memperjuangkan keadilan dan transparansi di sektor pendidikan. “Kami apresiasi Kejari Sampang yang telah menindaklanjuti laporan ini dengan serius. Ini bukti bahwa aspirasi masyarakat tetap didengar,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Sampang, Diecky E.K. Andriansyah, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Ia menuturkan, proses hukum akan berjalan begitu hasil audit Inspektorat Jawa Timur diterima. “Kami menunggu hasil audit inspektorat provinsi dulu. Setelah itu, pasti kami tindaklanjuti,” tegasnya di hadapan awak media.

Kasus dugaan penyimpangan dana BOS, pungli, hingga penahanan ijazah di SMKN 1 Sampang kini menjadi sorotan publik. Banyak pihak menilai, praktik tersebut jika terbukti, bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai dunia pendidikan yang seharusnya bersih dari praktik kotor. (Sjai)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Respons Cepat Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Truk Hilang di Mojokerto Ditemukan dalam Sejam di Surabaya

3 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiga Pemuda Diduga Mabuk dan Konsumsi Pil Koplo Bikin Onar di Pakal, Polisi Gerebek Penjual Miras di Manukan

3 Maret 2026 - 13:20 WIB

Racik dan Edarkan Bahan Peledak Saat Ramadan, Dua Pemuda Asal Waru Diamankan

3 Maret 2026 - 13:15 WIB

Polres Probolinggo Kota Optimalkan Satkamling Wujudkan Kamtibmas Kondusif

3 Maret 2026 - 13:09 WIB

Modus Ngaku dari Finance, Tiga Debt Collector Gasak Mitsubishi Pajero Sport di Sooko

3 Maret 2026 - 12:58 WIB

Polres Bondowoso Maksimalkan Pengaturan Lalu Lintas Pascaputusnya Jembatan Sukowiryo

3 Maret 2026 - 12:53 WIB

Trending di Bondowoso
error: Content is protected !!