Bangkalan, Potretrealita.com – Malam di Burneh berubah mencekam. Sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (9/5/2026), dua pria kepergok warga saat berusaha mencuri blower AC di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jalan Raya Ketengan, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.
Kejadian itu sontak memicu amarah warga. Kedua pria langsung ditangkap dan dihajar beramai-ramai. Massa yang geram bahkan meluapkan kemarahan dengan membakar sepeda motor milik pelaku. Kobaran api yang menjilat langit malam disaksikan puluhan orang, sementara teriakan warga menggema di lokasi.
Video detik-detik amukan massa, termasuk saat motor pelaku dilalap api, cepat menyebar di grup WhatsApp dan media sosial. Dalam hitungan jam, peristiwa itu menjadi bahan perbincangan luas dan menambah sorotan terhadap aksi pencurian yang disebut sudah berulang di kawasan tersebut.
Kapolsek Burneh, Iptu Herly, mengonfirmasi kedua pelaku berinisial RS (29) dan SAH (24), warga Kampung Kejawan, Desa/Kecamatan Kamal. “Diduga mereka kembali datang untuk mencuri blower AC di sisi barat dapur, namun aksinya keburu dipergoki warga,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Menurut Herly, keresahan warga sudah memuncak karena dua hari sebelumnya blower AC di sisi timur dapur SPPG juga dilaporkan hilang dicuri. Dugaan kuat muncul bahwa pelaku adalah orang yang sama, sehingga kemarahan warga tak terbendung.
Situasi sempat nyaris tak terkendali. Massa yang marah terus meluapkan emosi dengan pukulan dan teriakan. Beruntung, sejumlah tokoh masyarakat bersama aparat kepolisian segera datang ke lokasi. Dengan negosiasi dan kehadiran aparat berseragam, amarah warga perlahan mereda. Kedua pelaku kemudian diamankan dan dibawa keluar dari kerumunan.
Polisi menyita barang bukti berupa kunci pas yang diduga digunakan untuk membuka dan melepas blower AC. Herly menambahkan, salah satu pelaku, RS, dikenal warga sebagai sosok yang kerap meresahkan di wilayah Kecamatan Kamal.
Kini, kedua pelaku digelandang ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan betapa kuatnya reaksi warga terhadap aksi pencurian berulang yang mengganggu rasa aman di lingkungan mereka. (Mul)











