Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Bangkalan · 11 Apr 2026 10:58 WIB ·

Video Penggerebekan Sabung Ayam di Bangkalan Viral, 9 Orang Dilepas Polisi, Publik Soroti Dugaan “Tangkap-Lepas”


 Video Penggerebekan Sabung Ayam di Bangkalan Viral, 9 Orang Dilepas Polisi, Publik Soroti Dugaan “Tangkap-Lepas” Perbesar

Bangkalan, Potretrealita.com — Sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan sejumlah orang diborgol saat diamankan aparat Satreskrim Polres Bangkalan dari arena judi sabung ayam di Desa Gebbeng, Bangkalan, viral dan memantik sorotan publik, Jumat (10/4/2026).

Dalam penindakan tersebut, lebih dari sepuluh orang sempat diamankan dan dibawa ke Mapolres Bangkalan. Namun, publik dikejutkan dengan keputusan polisi yang melepas sembilan orang yang sebelumnya ditangkap dalam operasi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid, membenarkan adanya tindakan tersebut. Ia menyebut bahwa sembilan orang yang diamankan telah dipulangkan setelah dilakukan gelar perkara.

“9 orang diamankan. Kami masih gelar perkara untuk menentukan tindak lanjut,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, hasil gelar perkara menyimpulkan bahwa tidak cukup bukti untuk menjerat kesembilan orang tersebut.

Keputusan ini langsung memicu sorotan tajam dari publik. Pasalnya, praktik judi sabung ayam secara tegas dilarang dan diatur dalam Pasal 303 KUHP tentang perjudian, yang memuat ancaman pidana bagi setiap pihak yang terlibat.

Selain itu, langkah tangkap-lepas tanpa kejelasan konstruksi perkara dinilai berpotensi melanggar prinsip penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kapolri tentang Kode Etik Profesi Polri.

Jika memang tidak cukup bukti, aparat penegak hukum dinilai wajib menyampaikan secara terbuka dasar penghentian proses hukum tersebut kepada publik. Sebaliknya, apabila unsur pidana sebenarnya terpenuhi namun tidak ditindaklanjuti, hal itu berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran disiplin hingga kode etik.

Kasus ini sekaligus kembali membuka isu lama terkait dugaan maraknya praktik judi sabung ayam di wilayah hukum Polres Bangkalan. Masyarakat berharap aparat tidak hanya berhenti pada seremoni penangkapan, tetapi mampu menuntaskan perkara hingga ke proses hukum yang tegas dan transparan.

Penanganan yang tidak tuntas dikhawatirkan akan memunculkan persepsi adanya pembiaran, bahkan dugaan praktik “tangkap-lepas” yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. (Red/Sjai)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Marmoyo Community Tegaskan Komitmen Kawal Perizinan Gereja HKBP Sektor Benowo Hingga Tuntas

9 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Ketum API Soroti Sikap Bungkam Kasatreskrim Polres Bangkalan soal Isu “Atensi Bulanan” Rokok Ilegal

9 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Diduga Tak Berizin, Aktivitas Galian C di Desa Todanan Pati Disebut Masih Beroperasi

9 Agustus 2026 - 12:48 WIB

LSM Trinusa Soroti Dugaan Coretan Tip-Ex pada BAST Perumda Tirta Bhagasasi, APH Didesak Turun Tangan

9 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Gagal Bawa Kabur Kabel Tembaga, Dua Pekerja Ditangkap Satreskrim Polres Gresik

8 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Edarkan Sabu dan Ganja, Pria 27 Tahun Ditangkap Satresnarkoba Polres Malang

8 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Trending di Malang
error: Content is protected !!