Surabaya, Potretrealita.com – Duta Pemuda Pancasila turut menghadiri dan mendukung pelaksanaan Sandor Kesenian Madura yang digelar dalam rangka hajat Samsuri (Ore) di Jl. Gundi, Dupak Grosir, Surabaya, Rabu malam (14/1/2026). Kehadiran tersebut menjadi simbol komitmen generasi muda dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya nusantara, khususnya kesenian tradisional Madura.
Acara Sandor yang berlangsung meriah itu disambut antusias oleh warga sekitar. Sejak sore hingga malam hari, masyarakat berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan pertunjukan khas Madura yang sarat akan nilai historis, spiritual, dan kearifan lokal.
Duta Pemuda Pancasila yang hadir di tengah masyarakat menegaskan bahwa kesenian tradisional seperti Sandor bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya bangsa yang harus dijaga keberlangsungannya. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan budaya populer, eksistensi seni tradisional dinilai perlu mendapat ruang dan perhatian khusus, terutama dari generasi muda.
“Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya. Sandor Kesenian Madura memiliki nilai filosofis yang kuat dan menjadi identitas masyarakat Madura. Pemuda Pancasila siap berdiri bersama masyarakat untuk menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus zaman,” ujar salah satu perwakilan Duta Pemuda Pancasila di sela kegiatan.
Hajat yang diselenggarakan oleh Samsuri (Ore) tersebut juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga. Selain pertunjukan Sandor, acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan, aman, dan kondusif, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta kebersamaan di lingkungan Jl. Gundi Dupak Grosir.
Tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran Duta Pemuda Pancasila dalam acara tersebut. Menurutnya, dukungan dari organisasi kepemudaan sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda agar tidak melupakan akar budaya bangsa.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Duta Pemuda Pancasila. Ini menjadi semangat bagi kami bahwa budaya Madura masih mendapat perhatian dan dihargai,” ungkap salah satu tokoh warga.
Melalui kegiatan Sandor Kesenian Madura ini, diharapkan nilai-nilai budaya, persatuan, dan jati diri bangsa dapat terus terjaga. Sinergi antara masyarakat, tokoh adat, dan organisasi kepemudaan menjadi kunci utama dalam merawat keberagaman budaya Indonesia. (H.niman)











