Bekasi, Potretrealita.com — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dalam rangkaian kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV yang berlangsung di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Total empat unit alsintan diserahkan kepada kelompok tani penerima manfaat.
Penyerahan bantuan dilakukan di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (8/1/2026). Adapun bantuan alsintan yang diberikan terdiri atas dua unit hand tractor serta dua unit pompa air sebagai dukungan peningkatan produktivitas pertanian.
Selain bantuan alsintan, Kapolri juga menyalurkan bantuan sosial berupa 1.000 paket sembako kepada kelompok tani dan masyarakat di sekitar lokasi panen raya. Paket sembako tersebut berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, kecap 1 botol, saus 1 botol, teh 2 kemasan, susu kaleng 1 buah, minyak goreng 2 kilogram, serta mi instan 4 bungkus.
Dalam kesempatan yang sama, Polri turut menggelar bakti kesehatan dengan sasaran 500 orang yang terdiri dari kelompok tani serta warga sekitar. Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, hingga pemeriksaan laboratorium.
Kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV ini turut dihadiri Kapolri bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Panen raya tersebut menjadi salah satu penanda capaian swasembada jagung di tingkat nasional.
Hadir pula Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Asisten SDM Kapolri sekaligus Kasatgas Ketahanan Pangan Irjen Anwar, dan Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho.
Total luas lahan jagung yang memasuki masa panen pada kuartal IV tercatat mencapai 39.096,13 hektare. Dari jumlah tersebut, panen raya dilaksanakan serentak di lahan seluas 1.191,28 hektare yang tersebar di 36 polda.
Kapolri menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keberlanjutan swasembada jagung pada tahun 2026 sebagai upaya peningkatan kesejahteraan petani sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional. (Mul)











