Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 1 Jan 2026 09:15 WIB ·

Rabat Beton Dana Desa Krampon Retak Dini, Warga Pertanyakan Klaim Keberhasilan dan Dugaan Mark Up


 Rabat Beton Dana Desa Krampon Retak Dini, Warga Pertanyakan Klaim Keberhasilan dan Dugaan Mark Up Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Klaim keberhasilan pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, kini menjadi sorotan dan perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Sorotan tersebut muncul menyusul kondisi fisik proyek rabat beton Tahun Anggaran 2025 yang sudah mengalami retak memanjang di sejumlah titik, meski belum genap setahun dinyatakan rampung. Fakta ini dinilai berbanding terbalik dengan narasi positif yang sebelumnya disampaikan ke publik melalui pemberitaan salah satu media online.

Pantauan di lapangan menunjukkan, jalan rabat beton dengan panjang sekitar 250 meter dan lebar 2,5 meter itu telah mengalami kerusakan dini. Padahal, proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp244 juta dari Dana Desa Tahun 2025.

Sejumlah warga menilai, narasi keberhasilan yang dibangun ke ruang publik justru terkesan menutupi persoalan teknis di lapangan, termasuk dugaan ketidaksesuaian material dengan spesifikasi yang direncanakan.

“Kalau hasilnya benar-benar bagus, tentu tidak perlu dibungkus dengan pemberitaan sepihak. Faktanya, rabat beton sudah banyak retak di beberapa titik. Wajar kalau masyarakat menduga ada yang tidak beres,” ujar salah seorang warga Desa Krampon yang enggan disebutkan identitasnya, Kamis (01/01/2026).

Warga lainnya juga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran. Menurut mereka, keretakan dini pada bangunan baru mengindikasikan kemungkinan penggunaan material yang tidak sesuai standar, baik dari segi volume maupun kualitas bahan.

Hal senada disampaikan pemerhati kebijakan publik Madura, Agus Sugito. Ia menilai, pola komunikasi yang dibangun Pemerintah Desa Krampon lebih menonjolkan pencitraan keberhasilan ketimbang membuka ruang evaluasi dan transparansi.

“Ketika muncul kritik berbasis fakta lapangan, yang dibangun justru narasi positif melalui media. Pola seperti ini rawan dipersepsikan sebagai upaya menutupi celah dugaan mark up, bukan menyelesaikan substansi persoalan,” tegas Agus.

Ia menambahkan, dalam tata kelola Dana Desa, keterbukaan terhadap kritik jauh lebih penting daripada sekadar publikasi keberhasilan. Terlebih, keretakan pada bangunan yang masih baru lazim terjadi apabila spesifikasi teknis dan komposisi material tidak dipenuhi secara utuh.

Menurutnya, menggandeng media untuk membangun opini positif tanpa disertai klarifikasi teknis dan keterbukaan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Krampon belum memberikan penjelasan teknis resmi terkait penyebab keretakan rabat beton tersebut, maupun bantahan atas dugaan mark up material. Sikap ini dinilai semakin menguatkan kesan bahwa persoalan lebih diarahkan pada pengelolaan citra, bukan pada penyelesaian masalah secara substantif.

Masyarakat pun mendorong agar dilakukan audit teknis dan anggaran secara terbuka oleh pihak berwenang, guna memastikan setiap rupiah Dana Desa benar-benar diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur yang berkualitas, bukan sekadar ditampilkan sebagai keberhasilan melalui narasi media. (Red)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bungkamnya Balai Kota: LSM Trinusa Jakarta Siapkan “Gelombang Kedua” Terkait Teka-Teki Anggaran SDA Rp475,6 Miliar

5 Maret 2026 - 00:22 WIB

Polemik Legalitas Asmaraloka Resto & Cafe Camplong Naik ke Provinsi, GASI Soroti Izin Reklamasi dan PBG

4 Maret 2026 - 20:49 WIB

Sengketa Bisnis Gelap Berakhir Penyekapan, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

3 Maret 2026 - 20:11 WIB

Respons Cepat Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Truk Hilang di Mojokerto Ditemukan dalam Sejam di Surabaya

3 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiga Pemuda Diduga Mabuk dan Konsumsi Pil Koplo Bikin Onar di Pakal, Polisi Gerebek Penjual Miras di Manukan

3 Maret 2026 - 13:20 WIB

Racik dan Edarkan Bahan Peledak Saat Ramadan, Dua Pemuda Asal Waru Diamankan

3 Maret 2026 - 13:15 WIB

Trending di Kriminal
error: Content is protected !!