Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Internasional · 25 Okt 2026 23:40 WIB ·

Edukasi YR KOBRA JATIM Tentang Rehabilitasi Berbayar Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan


 Edukasi YR KOBRA JATIM Tentang Rehabilitasi Berbayar Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Perbesar

Sidoarjo, potretrealita.com– Yayasan Rehabilitasi Korban Narkoba YR KOBRA JATIM terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi sosial bagi penyalahguna narkoba. Peningkatan tersebut dilakukan melalui penguatan fasilitas, tenaga profesional, serta program pemulihan yang komprehensif dengan mengedepankan standar pelayanan yang berkualitas.

YR KOBRA JATIM yang berkantor di Kahuripan Nirwana Village Blok C.9, Sumput, Kabupaten Sidoarjo, menjadi salah satu lembaga yang memberikan layanan rehabilitasi sosial narkoba berbayar kepada masyarakat.

Direktur YR KOBRA JATIM, Tjatur Agus Prabowo, menjelaskan bahwa rehabilitasi sosial narkoba berbayar merupakan layanan pemulihan yang umumnya diselenggarakan oleh institusi swasta maupun komponen masyarakat.

Menurutnya, edukasi mengenai rehabilitasi berbayar perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami proses pemulihan ketergantungan narkoba secara objektif.

“Kami wajib memberikan edukasi ini agar masyarakat bisa memahami secara objektif bahwa pemulihan adiksi memerlukan investasi fasilitas, tenaga profesional, dan program yang komprehensif, sekaligus memahami rehabilitasi sosial narkoba berbayar,” tegas Tjatur.

Ia menilai, pemahaman masyarakat terhadap sistem rehabilitasi menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan layanan pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Sementara itu, Konselor sekaligus Manager Program YR KOBRA JATIM, Retno Dwi Hapsari, SE., MM., menjelaskan bahwa rehabilitasi sosial berbayar merupakan layanan pemulihan ketergantungan narkoba yang diselenggarakan oleh pihak swasta, yayasan nonpemerintah, maupun rumah sakit swasta.

Dalam pelaksanaannya, layanan tersebut membebankan biaya kepada keluarga pasien untuk menunjang operasional program rehabilitasi.
Biaya tersebut, kata Retno, digunakan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas hunian, konsumsi nutrisi, serta jasa tenaga profesional yang terlibat dalam proses pemulihan.

“Biaya tersebut digunakan untuk membiayai fasilitas hunian, konsumsi nutrisi, serta jasa tenaga ahli profesional, seperti dokter, psikiater, psikolog, konselor adiksi, dan petugas rehabilitasi,” ujar Retno.

Ia menambahkan, besaran biaya rehabilitasi swasta dapat berbeda-beda, bergantung pada fasilitas, jenis pelayanan, tenaga profesional, serta program pemulihan yang diberikan.

Retno menerangkan, terdapat sejumlah komponen yang menjadi dasar pembiayaan rehabilitasi sosial narkoba berbayar.

Pertama, pembiayaan tenaga profesional, meliputi dokter, spesialis kedokteran jiwa atau psikiater, psikolog klinis, perawat, serta konselor yang memiliki kompetensi di bidang adiksi.

Kedua, fasilitas kenyamanan dan keamanan, seperti kamar hunian yang layak, ruang terapi yang kondusif, sarana pendukung, serta sistem pengamanan selama 24 jam.

Ketiga, pemenuhan nutrisi dan kesehatan fisik melalui penyediaan makanan bergizi untuk mendukung proses pemulihan kondisi tubuh pasien.

Keempat, pelaksanaan metode terapi yang beragam, mulai dari pelatihan keterampilan kerja, terapi seni, kegiatan spiritual, hingga evaluasi psikologis secara berkala.

“Pembiayaan tersebut diarahkan untuk menunjang kualitas pemulihan, mulai dari kebutuhan tenaga profesional, fasilitas, nutrisi, hingga berbagai metode terapi yang diberikan kepada pasien,” imbuhnya.

Menurut Retno, rehabilitasi swasta memiliki sejumlah karakteristik pelayanan yang dapat menjadi pertimbangan masyarakat ketika memilih tempat pemulihan.

Di antaranya, ketersediaan layanan yang relatif lebih cepat apabila kapasitas memungkinkan, pendekatan konseling yang lebih personal, serta perhatian terhadap privasi pasien dan keluarga.

Selain itu, sejumlah lembaga rehabilitasi juga menyediakan fasilitas olahraga dan ruang rekreasi sebagai sarana pendukung untuk membantu mengurangi stres selama menjalani program pemulihan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemilihan lembaga rehabilitasi harus tetap mempertimbangkan kebutuhan pasien, kualitas program, kompetensi tenaga profesional, serta legalitas penyelenggara.

Retno menjelaskan, proses rehabilitasi ketergantungan narkoba bukanlah program yang dapat diselesaikan secara instan. Pemulihan membutuhkan tahapan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Tahapan tersebut meliputi:

1. Detoksifikasi
Tahap awal dilakukan untuk menangani kondisi pasien akibat penggunaan zat, dengan pendampingan tenaga medis sesuai kebutuhan dan kondisi klinis.

2. Rehabilitasi Primer
Pada tahap ini, pasien menjalani berbagai program pemulihan, seperti terapi psikologis, Therapeutic Community (TC), konseling individual, serta konseling kelompok.

3. Pascarehabilitasi
Tahap lanjutan difokuskan pada persiapan pasien untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat, pengembangan keterampilan vokasional, serta upaya pencegahan kekambuhan atau relapse prevention.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh proses selama pasien berada di lembaga, tetapi juga oleh kesiapan pasien menjalani kehidupan sosial setelah menyelesaikan program.

YR KOBRA JATIM juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menentukan tempat rehabilitasi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Retno menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan keluarga sebelum memilih lembaga rehabilitasi.

Pertama, memastikan legalitas dan izin operasional lembaga sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk status pelayanan serta keterkaitannya dengan sistem Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) apabila relevan.

Kedua, memastikan transparansi biaya. Keluarga disarankan meminta penjelasan secara terperinci mengenai biaya bulanan, kebutuhan obat apabila terjadi kondisi medis tertentu, biaya konsumsi, serta kemungkinan pengeluaran tambahan lainnya.

Ketiga, memperhatikan kualifikasi konselor dan terapis. Masyarakat perlu memastikan tenaga pendamping memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai dengan bidang pelayanan adiksi.
Keempat, memastikan fasilitas dan program rehabilitasi benar-benar mendukung kebutuhan pemulihan pasien, termasuk aspek keamanan, kenyamanan, serta kesinambungan pelayanan.

Retno juga menekankan pentingnya memastikan standar pelayanan yang diterapkan lembaga, termasuk kesesuaian dengan ketentuan dan standar nasional yang relevan.

“Pastikan lembaga memiliki legalitas resmi, transparansi biaya, serta konselor dan terapis yang memiliki sertifikasi di bidang adiksi. Masyarakat juga perlu memastikan kualitas fasilitas dan standar pelayanan sebelum menentukan pilihan,” pungkas Retno.

Sebagai penutup, pihak YR KOBRA JATIM menyatakan bahwa edukasi mengenai rehabilitasi narkoba perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat mengenai proses pemulihan ketergantungan.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan rehabilitasi sosial narkoba dapat menghubungi YR KOBRA JATIM di Kahuripan Nirwana Village, Sumput, Kabupaten Sidoarjo. Lokasi kantor yayasan tersebut juga dapat ditelusuri melalui Google Maps.

Pihak YR KOBRA JATIM berharap, melalui edukasi dan keterbukaan informasi, masyarakat semakin memahami pentingnya memilih layanan rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien, memiliki legalitas yang jelas, serta mengedepankan kualitas dan profesionalisme pelayanan. (SY41)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Tersesat Ikuti Google Maps, Suzuki Ertiga Terbalik di Jalan Sempit Area Makam Gresik

25 Oktober 2026 - 15:23 WIB

M. Syarif Hidayatullah Tercepat di Sesi Testing, Persaingan SWS Cup Jogja Gokart Makin Memanas

25 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Minggu Kasih, Kapolsek Kenjeran Pererat Sinergi Polri dan Jemaat Gereja Nazareth

25 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Korban Penganiayaan di Valhala Lapor Polisi

25 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Gangster dan Balap Liar

25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Kedinding Lor: Toko Percetakan Dua Lantai Hangus, Diduga Akibat Korsleting AC

25 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!