Surabaya, potretrealita.com — Sebuah insiden kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kedinding Lor, Surabaya, pada Sabtu sore (24/10/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.07 WIB ini menghanguskan sebuah bangunan dua lantai yang berfungsi ganda sebagai toko percetakan sekaligus tempat tinggal.
Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, respons cepat langsung ditunjukkan oleh petugas. Unit Tempur Pos Bulak yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi dan tiba hanya dalam waktu enam menit untuk menjinakkan amukan api.
Musibah ini diduga kuat bermula dari korsleting listrik. Berdasarkan keterangan dalam laporan kronologi, peristiwa bermula ketika penghuni rumah berupaya menyalakan miniature circuit breaker (MCB) guna mengaktifkan kembali aliran listrik serta menyalakan pendingin ruangan (AC) di lantai dua.
Namun, nahas, setelah percobaan menghidupkan MCB untuk kedua kalinya, kobaran api secara tiba-tiba muncul di area teras lantai dua, tepatnya di depan kamar tidur.
Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra keras untuk memblokir laju api agar tidak merambat ke bangunan sekitar. Mengingat lokasi yang menantang, suplai air penunjang turut diambil dari aliran Sungai Kalitebu guna membantu proses pembasahan secara optimal.
Api pokok akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 18.04 WIB. Setelah melalui proses pembasahan menyeluruh dan memastikan seluruh titik panas padam, situasi dinyatakan kondusif pada pukul 18.47 WIB.
Akibat musibah ini, bangunan dua lantai dengan estimasi luas area terdampak mencapai 8,5 \times 27 meter persegi tersebut mengalami kerusakan parah. Tidak hanya struktur bangunan, dua unit sepeda motor milik warga yang terparkir di lokasi turut tersambar api dan mengalami kerusakan sebagian, yakni satu unit Yamaha Jupiter Z (nopol L 3210 WK) dan satu unit Honda Vario (nopol L 2239 QT).
Kendati kerugian material ditaksir cukup besar, pihak DPKP memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa menegangkan ini. Warga diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi kelistrikan di dalam rumah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Mul)











