Yogyakarta, potretrealita.com – Persaingan menuju ajang balap Sodi World Series (SWS) Cup Jogja Gokart yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 mulai memanas. Hal tersebut terlihat dalam sesi uji coba (testing session) di lintasan Jogja Gokart, ketika para pebalap muda menunjukkan kemampuan dan performa kompetitif menjelang hari perlombaan.
Berdasarkan data papan waktu (timing screen) sesi uji coba, M. Syarif Hidayatullah dengan nomor gokart 43 berhasil mencatatkan waktu lap terbaik (best lap) 24,815 detik. Ia menyelesaikan total 18 lap dan menempati posisi teratas dalam hasil uji coba tersebut.
Catatan waktu tersebut menunjukkan kesiapan Syarif dalam menghadapi persaingan pada ajang SWS Cup Jogja Gokart. Konsistensi dan kemampuannya mencatatkan waktu putaran terbaik menjadi modal penting menjelang perlombaan yang akan digelar akhir Oktober mendatang.
Posisi kedua ditempati Sastro 10 yang mengendarai gokart nomor 36. Ia membukukan best lap 24,848 detik, hanya terpaut 0,033 detik dari catatan waktu terbaik Syarif. Hasil ini menunjukkan persaingan ketat antara kedua pebalap dalam hal kecepatan satu putaran.
Sementara itu, Gandes Sastro dengan gokart nomor 35 berada di posisi ketiga dengan catatan waktu terbaik 25,232 detik. Kia 18 yang menggunakan gokart nomor 45 menyusul di posisi keempat dengan waktu 25,257 detik.
Rakha Sastro R. dengan gokart nomor 38 menempati posisi kelima dengan best lap 25,173 detik, sedangkan Bimo B. yang mengendarai gokart nomor 41 berada di posisi keenam dengan catatan waktu 25,888 detik.
Hasil Testing Session SWS Cup Jogja Gokart
Berdasarkan data yang tersedia, berikut hasil sesi uji coba para pebalap:
1. M. Syarif Hidayatullah M. – Kart #43, 18 lap, best lap 24,815 detik.
2. Sastro 10 – Kart #36, best lap 24,848 detik.
3. Gandes Sastro – Kart #35, best lap 25,232 detik.
4. Kia 18 – Kart #45, best lap 25,257 detik.
5. Rakha Sastro R. – Kart #38, selisih 1 lap, best lap 25,173 detik.
6. Bimo B. – Kart #41, selisih 1 lap, best lap 25,888 detik.
Evaluasi Performa dan Persiapan Menuju Perlombaan
Sesi uji coba menjadi kesempatan penting bagi para pebalap untuk mengenali karakter lintasan, mengasah teknik berkendara, serta mengevaluasi konsistensi waktu putaran. Persiapan tersebut diperlukan agar setiap peserta dapat tampil maksimal ketika memasuki sesi perlombaan sesungguhnya.
Selain kemampuan mengendalikan gokart dan menentukan strategi saat melintasi tikungan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Penggunaan perlengkapan pelindung, termasuk pelindung leher (neck protector) sesuai ketentuan yang berlaku, menjadi bagian penting dalam menunjang keamanan para pebalap selama beraktivitas di lintasan.
Dengan selisih best lap yang hanya 0,033 detik antara Syarif dan Sastro 10, persaingan diperkirakan akan semakin menarik. Namun, hasil sesi uji coba belum menjadi penentu hasil akhir karena performa pada hari perlombaan dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk konsistensi, strategi, dan kondisi lintasan.
Ajang SWS Cup Jogja Gokart pada 31 Oktober 2026 pun dinantikan sebagai panggung bagi para pebalap muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Publik kini menantikan siapa yang mampu mempertahankan kecepatan dan meraih hasil terbaik dalam kompetisi mendatang. (Mul)











