Surabaya, potretrealita.com — Suasana khidmat dan penuh kehangatan kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kediaman keluarga besar Bapak H. Muchsin, Donokerto Baru D/37, Surabaya, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut digelar sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Acara dihadiri keluarga besar, kerabat, serta masyarakat sekitar. Kehadiran para jamaah menjadi gambaran eratnya tali silaturahmi dan kerukunan yang terjalin di lingkungan Donokerto Baru.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan salawat dan zikir bersama. Suasana religius semakin terasa ketika para jamaah bersama-sama melantunkan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, ustadz yang hadir menyampaikan pentingnya mengamalkan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti amanah, kejujuran, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana introspeksi diri untuk senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan utama dalam perkataan, perbuatan, dan kepribadian sehari-hari,” ujar salah satu tokoh agama yang hadir.
Selain menjadi kegiatan spiritual, peringatan Maulid Nabi tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Para tetangga dan kerabat dari berbagai kalangan tampak duduk bersama, berbincang dan menikmati hidangan sederhana yang disediakan oleh tuan rumah.
Anak-anak juga terlihat antusias mengikuti lantunan salawat, sementara para orang tua mengikuti rangkaian doa dan zikir dengan penuh kekhusyukan.
Perwakilan keluarga besar H. Muchsin menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang telah hadir.
“Semoga kebersamaan ini membawa berkah, memperkuat iman, dan menjadikan kita lebih dekat dengan teladan Rasulullah SAW,” ungkapnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga mampu terus merawat keharmonisan sosial, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah kehidupan masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Para jamaah meninggalkan lokasi dengan suasana penuh keakraban dan rasa syukur, seraya membawa pesan untuk terus mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (Mul)











