Surabaya, potretrealita.com – Kota Surabaya kembali diguncang kasus pencurian fasilitas umum. Seorang analis kesehatan, Naufal (29), warga asal Sumenep, Madura, kedapatan menggunakan ambulans operasional klinik swasta tempatnya bekerja untuk mengangkut kursi besi berlogo Pemerintah Kota Surabaya.
Aksi dilakukan pada malam hingga dini hari. Dengan memanfaatkan akses terhadap ambulans, Naufal berkeliling sekitar pukul 02.00 WIB untuk mencari kursi besi yang baut atau penguncinya sudah longgar. Begitu menemukan sasaran, kursi langsung dimasukkan ke dalam ambulans.
Tak jarang ia meminta bantuan warga sekitar, mulai dari tukang becak hingga petugas kebersihan, untuk mengangkat kursi. Sebagai imbalan, mereka diberi upah sekitar Rp20 ribu. Kursi-kursi tersebut kemudian dibawa ke kawasan Kaliwaron, Surabaya, sebelum dijual ke pengepul pada pagi harinya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menjelaskan bahwa aksi ini terbongkar setelah anggota Satpol PP melintas dan melihat kursi besi yang diketahui milik Pemkot Surabaya. Petugas Reskrim Polsek Gubeng segera mendatangi Naufal. Saat dimintai keterangan mengenai asal-usul kursi, ia tidak mampu memberikan jawaban yang meyakinkan.
Naufal akhirnya digelandang ke Mako Polsek Gubeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menimbulkan keheranan publik. Kendaraan yang seharusnya dipakai untuk pelayanan kesehatan dan mengangkut pasien justru dimanfaatkan sebagai sarana pencurian. Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pentingnya pengawasan fasilitas umum dan armada medis agar tidak disalahgunakan. (Mul)











