Surabaya, Potretrealita.com – Persebaya Surabaya tampil luar biasa di hadapan pendukungnya sendiri dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri dalam lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (22/5/2026). Laga derby Jawa Timur tersebut menjadi bukti dominasi penuh Bajul Ijo sejak menit awal pertandingan.
Atmosfer panas langsung terasa sejak peluit kick-off dibunyikan. Bermain agresif dengan pressing tinggi, Persebaya membuat Persik Kediri kesulitan mengembangkan permainan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-13 lewat gol yang dicetak Malik Risaldi. Memanfaatkan umpan matang Bruno Moreira, Malik sukses menuntaskan peluang dan membawa Persebaya unggul 1-0.
Menjelang turun minum, publik Gelora Bung Tomo kembali bergemuruh. Bruno Moreira mencetak gol kedua Persebaya pada menit ke-44 melalui sepakan keras ke pojok kiri atas gawang Persik Kediri. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persebaya tidak mengendurkan serangan. Pada menit ke-64, Gustavo Fernandes memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat sundulan tajam memanfaatkan sepak pojok Gali Freitas. Gol tersebut semakin mematahkan semangat tim tamu yang terus berada dalam tekanan.
Dominasi Bajul Ijo berlanjut hingga menit ke-80. Bruno Paraiba ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan posisi penjaga gawang Persik Kediri. Tendangan akuratnya membawa Persebaya unggul 4-0.
Pesta gol Persebaya akhirnya ditutup oleh Bruno Moreira pada menit ke-88. Melalui kerja sama satu-dua dengan Francisco Rivera, Bruno melepaskan sepakan keras yang gagal dibendung kiper Persik Kediri sekaligus memastikan kemenangan telak 5-0 bagi tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi penegasan kekuatan Persebaya saat bermain di kandang sendiri. Bruno Moreira tampil sebagai bintang lapangan dengan torehan dua gol dan satu assist, sementara lini serang Bajul Ijo menunjukkan efektivitas luar biasa sepanjang pertandingan.
Sebaliknya, kekalahan telak ini menjadi pukulan berat bagi Persik Kediri. Lini pertahanan yang rapuh serta minimnya kreativitas serangan membuat mereka tidak mampu memberikan perlawanan berarti sepanjang laga.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku bangga atas perjuangan timnya sepanjang musim.
“Kemenangan atas Persik menjadi penutup manis setelah perjuangan panjang musim ini. Ini adalah bukti kerja keras seluruh pemain, staf, dan dukungan luar biasa dari tribun hijau. Semangat Bonek dan Bonita yang terus hadir, bernyanyi, dan berdiri bersama tim dalam segala situasi adalah energi tambahan yang membuat Persebaya selalu hidup,” ujarnya.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo malam itu kembali membuktikan bahwa dukungan publik Surabaya menjadi kekuatan besar yang selalu menghidupkan semangat Bajul Ijo.
Hasil 5-0 ini semakin menegaskan bahwa Persebaya masih menjadi salah satu kekuatan besar di Liga 1 Indonesia. Meski musim telah berakhir, semangat dan dukungan Bonek serta Bonita dipastikan akan terus bergema di tribun hijau kebanggaan Kota Surabaya. (Mul)











