Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Bojonegoro · 2 Mei 2026 12:10 WIB ·

Kasus Judi Online ‘Kilat’ di Bojonegoro: Ditangkap, Lalu Pulang dalam Hitungan Jam, Ada Apa?


 Kasus Judi Online ‘Kilat’ di Bojonegoro: Ditangkap, Lalu Pulang dalam Hitungan Jam, Ada Apa? Perbesar

Bojonegoro, Potretrealita.com – Penanganan kasus dugaan judi online di wilayah hukum Polres Bojonegoro menuai sorotan tajam dan memicu kecurigaan publik.

Seorang pria bernama VL warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Baureno, yang diamankan Unit lV Selasa, (29/4/2026), justru dipulangkan pada hari yang sama hanya dalam hitungan jam.

Menurut keterangan keluarga diduga tersangka. Pada hari, Kamis (30/04/26) pagi, orang tua datang membawa sebesar Rp.15.000.000. (lima belas juta rupiah).

“Mangkanya jenengan tak kabari soalnya awalkan saya minta bantu jenengan (anda). Sudah keluar keponakan saya,” kata sumber masih family diduga tersangka, Kamis (30/04/26) sore.

Secara terpisah Redaksi konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Cipto Dwi, Jumat (1/5/2026) melalui pesan WhatsApp, tidak mendapat respons Justru memperkeruh situasi dan menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab terkesan alergi dengan wartawan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, salah satu penyidik Unit IV Agung, memberikan tanggapan yang terkesan defensif.

“Iya kenapa pak, kata siapa saya mengamankan. Sampean (anda) langsung konfirmasi sama keluarganya. Sampean mem-framing uang Rp15 juta itu uang yang mana,” kata Agung kepada awak media.

Ia membenarkan penangkapan tapi orang banyak toh pak, bukan saya saja. Gini pak, saya punya pimpinan.

“Sillakan konfirmasi ke pimpinan saya,” paparnya.

Ia juga menegaskan kalau saya mejeleskan terlalu detail nanti saya yang di salahkan.

“Memang saya mengamankan kalau saya semua yang jelaskan nanti malah saya yang di salahkan,” jelasnya, Jum’at (01/05/26).

Jika dugaan ini benar, praktik semacam ini bukan hanya mencederai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Lebih jauh, hal ini dapat melemahkan upaya pemberantasan judi online yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah.

Publik kini menunggu langkah tegas dari pengawasan internal kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan yang mulai terkikis tidak benar-benar runtuh. Tanpa itu, penegakan hukum berisiko hanya menjadi formalitas tajam ke bawah, tumpul ke atas. (Red)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan, Cleaning Service RS Ibnu Sina Gresik Gelar Gathering Bersama Keluarga ke Yogyakarta

8 November 2026 - 10:02 WIB

Sasar Berbagai Profesi, Peredaran Narkoba di Lamongan Terbongkar dalam 17 Kasus

8 November 2026 - 09:57 WIB

“Tertibkan Kotanya, Jangan Matikan Dapur”, Cakra Muda Siap Kritik Kebijakan Penataan PKL Surabaya

8 November 2026 - 09:52 WIB

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!