Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Hukum · 28 Apr 2026 05:40 WIB ·

Berkas Bolak-Balik, GASI Pertanyakan Keseriusan Kejari Pamekasan Tangani Kasus Pencurian Mesin Padi


 Berkas Bolak-Balik, GASI Pertanyakan Keseriusan Kejari Pamekasan Tangani Kasus Pencurian Mesin Padi Perbesar

Pamekasan, Potretrealita.com — Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI )mendampingi korban dugaan pencurian mesin penggiling padi melakukan audiensi ke Kejaksaan Negeri Pamekasan, Senin (27/4/2026).

Audiensi tersebut menyoroti penanganan perkara yang dinilai berlarut-larut tanpa arah jelas.

Sekretaris GASI, Bambang, menegaskan bahwa status tersangka dalam perkara tersebut telah sah setelah gugatan praperadilan ditolak, namun, berkas perkara disebut telah dua kali dikembalikan oleh kejaksaan.

“Praperadilan sudah kandas, artinya status tersangka sah, tapi berkas masih bolak-balik, ini harus jelas, mau dilanjutkan atau tidak,” tegas BBG Sapaan akrabnya.

Kasus ini bermula dari laporan Saifullah (47) yang kehilangan satu unit mesin selip padi cadangan serta dua sak gabah milik konsumen di Dusun Briga, Desa Dasok, pada November 2025, sejumlah saksi disebut melihat terduga pelaku Sadriyo berada di lokasi mesin yg sudah keluar dari gudang Selip, dengan cara di Bobol.

Meski demikian, hingga kini tersangka belum ditahan dan perkara belum juga naik ke tahap penuntutan, kondisi ini dinilai menimbulkan kesan bahwa proses hukum berjalan di tempat.
BBG  menilai, pengembalian berkas secara berulang tanpa penjelasan konkret berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik.

“Bila memang masih ada kekurangan, jelaskan secara terbuka apa yang kurang, tapi kalau memang mentok, keluarkan SP3 secara resmi, jangan digantung,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi apabila tidak ada kejelasan dalam waktu dekat.

“Kalau tidak ada kepastian, kami akan melangkah ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk meminta evaluasi, perkara ini tidak boleh hilang tanpa ujung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pamekasan Siswanto menyatakan bahwa berkas perkara yang telah dilengkapi penyidik saat ini masih dalam tahap penelitian ulang oleh jaksa.

“Kami memastikan apakah seluruh petunjuk telah dipenuhi, selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah perkara ini layak dilanjutkan ke tahap penuntutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kewenangan penahanan berada pada penyidik, sementara kejaksaan fokus pada penelitian berkas sebelum mengambil sikap.

GASI menegaskan akan terus mengawal proses tersebut hingga ada kepastian hukum, bagi mereka, perkara ini tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa kejelasan.

“Yang kami minta sederhana: lanjutkan ke pengadilan atau hentikan secara resmi. Jangan digantung,” pungkas BBG. (Tim/Red)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pernyataan Ketua PGRI Bangkalan Tuai Kritik, Fast Respon Indonesia Center Jatim Soroti Stigma terhadap Media dan LSM

23 Mei 2026 - 16:59 WIB

Persebaya Mengamuk di GBT, Hancurkan Persik Kediri 5-0 dalam Derby Jawa Timur

23 Mei 2026 - 16:50 WIB

Terbongkar Setahun Beroperasi, Jaringan Penyelundup Bawang Ilegal Raup Puluhan Miliar

23 Mei 2026 - 16:39 WIB

Ayah Tiri di Surabaya Cabuli Anak Kembar Bertahun-tahun, Satu Korban Hamil 5 Bulan

23 Mei 2026 - 16:33 WIB

Buka Rakernis Korlantas 2026, Wakapolri Tekankan Smart Policing dan Pelayanan Humanis

23 Mei 2026 - 16:09 WIB

Rugikan Negara dan Bahayakan Warga, Praktik Oplosan LPG Subsidi Dibekuk Polisi

23 Mei 2026 - 15:42 WIB

Trending di Bojonegoro
error: Content is protected !!