Surabaya, Potretrealita.com – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya unggahan viral di TikTok dari akun @hellboyjatanraspolda yang menampilkan foto seorang pria bernama Erlan, yang disebut sebagai terduga pelaku pembunuhan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa siapa pun yang dapat memberikan informasi valid hingga pelaku berhasil diamankan akan memperoleh hadiah sebesar Rp20 juta. Konten itu dengan cepat menyebar luas dan dibagikan oleh banyak pengguna TikTok, kemudian merambah ke Facebook, Instagram, hingga X (Twitter).
Viralnya unggahan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai langkah sayembara itu dapat mempersempit ruang gerak pelaku dan mempercepat pengungkapan kasus. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan apakah unggahan tersebut merupakan bagian dari langkah resmi kepolisian atau hanya inisiatif pihak tertentu.
Kasus pembunuhan ASN Bangkalan sendiri menjadi perhatian publik sejak korban, Ruly Yunis Setiawati, ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang terparkir di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus memburu terduga pelaku.
Saat dikonfirmasi, Aipda Sigit Dwi Susanto yang dikenal dengan julukan Hellboy menjelaskan bahwa penyebaran informasi tersebut merupakan bagian dari upaya mempersempit ruang gerak pelaku.
“Kemarin kami baru menerima penyerahan kasus untuk penanganan, namun video kejadian sudah lebih dulu menyebar luas. Hal ini justru membuat pelaku yang berprofesi sebagai penipu dan biasa berpindah-pindah kota terus bergerak menghindar.”
Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat membantu proses pencarian. Bahkan, sejumlah warga secara sukarela turut menggalang dukungan dan memberikan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.
“Kami berinisiatif mempersempit ruang geraknya. Berkat kepedulian masyarakat, banyak yang berpartisipasi bahkan mengumpulkan dana secara sukarela, serta memberikan informasi hingga ada yang menjanjikan hadiah sebesar Rp20 juta jika pelaku berhasil ditangkap,” ujar Aipda Sigit.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat. Dari sejumlah informasi tersebut, terdapat dua petunjuk yang dinilai paling mendekati kebenaran, salah satunya berasal dari warga di luar kota.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memeriksa sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku, mulai dari rumah kos, apartemen hingga kawasan permukiman yang sebelumnya belum menjadi fokus pencarian. Berkat dukungan media dan perhatian masyarakat, proses pencarian menjadi jauh lebih terbantu. Kami berharap upaya bersama ini segera membuahkan hasil,” tambahnya.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Publik diharapkan mengutamakan informasi resmi dari aparat penegak hukum serta segera melaporkan apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan, tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (Red)











