Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Kpu · 28 Mar 2026 01:49 WIB ·

Mobil Dinas KPU Surabaya Viral Saat Lebaran, Kisah Haru Subairi Antar Anak Ziarah ke Makam Istri


 Mobil Dinas KPU Surabaya Viral Saat Lebaran, Kisah Haru Subairi Antar Anak Ziarah ke Makam Istri Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Lebaran tahun ini menghadirkan kisah berbeda bagi Komisioner KPU Surabaya, Subairi. Di tengah padatnya arus mudik, sebuah mobil dinas berpelat merah L 1901 EP menjadi sorotan publik setelah terekam melintas di wilayah Jombang.

Sorotan tersebut ternyata menyimpan cerita pilu. Subairi mengakui mobil dinas itu ia gunakan pada H+2 Lebaran, bukan untuk kepentingan mudik, melainkan untuk mengantar kelima anaknya berziarah ke makam sang istri di Blitar.

“Anak-anak saya piatu, ditinggal bundanya setahun lalu. Biasanya kalau pulang dari pondok, saya ajak nyekar,” ujar Subairi dengan suara bergetar.

Ia menjelaskan, keterbatasan sarana menjadi alasan penggunaan mobil dinas tersebut. Subairi mengaku tidak memiliki mobil pribadi, sementara anak-anaknya masih di bawah umur dan belum memungkinkan mengendarai sepeda motor.

“Saya enggak punya mobil. Motor pun anak-anak belum 17 tahun, jadi tidak mungkin,” jelasnya.

Menurutnya, mobil dinas menjadi satu-satunya cara agar ia bisa mengajak seluruh anaknya menjalankan tradisi keluarga, yakni berziarah ke makam ibunya secara bersama-sama.

Meski demikian, Subairi menyadari polemik yang muncul di tengah masyarakat. Ia menegaskan tidak ada penggunaan anggaran kantor dalam perjalanan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf.

“Saya hanya ingin anak-anak bisa berziarah. Tidak ada niatan lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya, Wiwiek Widayati, memastikan bahwa kendaraan tersebut bukan milik Pemerintah Kota Surabaya. Ia juga mengingatkan bahwa aturan melarang aparatur sipil negara menggunakan mobil dinas untuk kepentingan mudik, serta mewajibkan kendaraan diparkir selama masa cuti bersama.

Peristiwa ini tak sekadar menjadi perbincangan soal aturan, tetapi juga menggambarkan sisi kemanusiaan seorang ayah yang berusaha menjaga tradisi dan menghadirkan kenangan bagi anak-anaknya. Di balik viralnya pelat merah tersebut, tersimpan kisah keluarga yang tengah belajar melanjutkan hidup dengan doa dan kenangan. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua PGRI Bangkalan Minta Maaf ke Media dan LSM, Akui Keliru dalam Penyampaian Sambutan

25 Mei 2026 - 12:43 WIB

Dua Pengedar Sabu di Benteng Dalam Surabaya Dibekuk, Polisi Sita 35 Paket Siap Edar

25 Mei 2026 - 10:46 WIB

Komplotan Perampok Bersenpi Penembak Warga di Driyorejo Dibekuk, Polisi Lumpuhkan Pelaku Saat Melawan

25 Mei 2026 - 10:42 WIB

Dua OTK Siram Warga dengan Cairan Cabai di Pasar Patemon Bangkalan, Diduga Bawa Sajam

25 Mei 2026 - 10:33 WIB

LSM Trinusa Siapkan Aksi Besar di Kantor Gakkum LHK Jabalnusra, Soroti Mandeknya Kasus Pencemaran TPA Burangkeng

25 Mei 2026 - 10:28 WIB

Merasa Terancam, Perempuan Asal Bondowoso Tempuh Jalur Hukum di Polrestabes Surabaya

25 Mei 2026 - 01:59 WIB

Trending di Kriminal
error: Content is protected !!