Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Hukum · 26 Nov 2025 03:52 WIB ·

Warga Asemrowo Lapor Polisi Dugaan Penipuan Modus Bisa Masukkan Ke Sekolah Negeri


 Warga Asemrowo Lapor Polisi Dugaan Penipuan Modus Bisa Masukkan Ke Sekolah Negeri Perbesar

Surabaya, potretrealita.com – Setiap tahun ajaran baru sekolah, selalu ada saja oknum yang mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi dengan modus bisa memasukkan anak seseorang ke sekolah negeri, namun berujung mengecewakan.

Seperti yang dialami oleh Dwi Syaiful Anwar. Pria asal Asemrowo Mulya No. 2 Surabaya itu malah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial M dengan modus bisa memasukkan anak Dwi Syaiful Anwar ke salah satu SMA Negeri di Surabaya.

Korban kepada awak media menyampaikan bahwa, karena keluarganya tergolong keluarga tidak mampu, ia ingin anaknya bisa masuk sekolah negeri yang gratis namun memiliki kualitas pendidikan yang baik.

“Saat itu, M menjanjikan dapat memasukkan anak saya ke sekolah negeri. Awalnya dia bilang kalau ke orang lain, biasanya minta Rp. 15.000.000. Tapi kalau ke saya, cuma minta Rp. 7.000.000. Namun saya tidak sanggup. Sehingga terjadi negosiasi dan sepakat dengan nominal Rp. 6.000.000. Rp. 6.000.000 itu beda dengan uang lain – lainnya. Ada saja alasannya untuk minta uang. Total kerugian saya Rp. 6.900.000. Uang itu saya dapat dari meminjam bukan uang pribadi saya,” ucapnya.

Setelah anaknya tidak masuk dalam SMA Negeri yang dimaksud, M menjanjikan dengan alasan meskipun telat 3 bulan, anaknya tetap bisa masuk ke SMA Negeri yang dimaksud.

“Karena saya orang tidak tahu apa – apa ya percaya saja. M bilang nunggu SK Mentri dan melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan. Namun saat ketemuan dengan saya, ternyatanya bukan Kepala Dinas Pendidikan, tetapi seorang wartawan berinisial W,” lanjutnya.

Dalam pengakuannya, uang Rp. 6.900.000 itu tidak diberikan secara langsung, melainkan menunggu saat pria berinisial M itu meminta.

“Setiap M telepon ujungnya minta uang dengan alasan untuk pertemuan dan lain – lainnya. Secara tunai itu cuma Rp. 900.000 dalam 3 kali pertemuan. Selebihnya saya transfer. Bahkan, sampai sekarang saya belum bisa melunasi uang pinjaman itu,” ungkapnya.

Korban sudah mengirimkan somasi 2 kali agar pria berinisial M tersebut mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan oleh korban. Namun, hingga sekarang tidak ada balasan dari pria berinisial M.

Merasa dipermainkan dan merasa menjadi korban penipuan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya pada hari Rabu (25/11/2025).

“Saya sudah mengirimkan somasi 2 kali secara pribadi. Namun, tidak ada tanggapan. Kalau pakai kuasa hukum, uang dari mana saya untuk membayar pengacara. M ini sempat ditanyai oleh saudara saya melalui telepon. M malah bilang silahkan laporkan,” pungkasnya.

Karena kejadian itu, korban melalui media ini juga memberitahukan kepada masyarakat luas agar berhati – hati dengan modus janji manis dapat memasukkan ke sekolah negeri.

“Jangan sampai ada korban lagi seperti saya. Cukup saya yang menjadi korban dan ini menjadi pengalaman hidup bagi saya. Berawal dari ingin mendapatkan pendidikan yang gratis dan berkualitas bagi anak saya, malah menjadi korban penipuan,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolri Suyudi Ario Seto Gencarkan Operasi Antinarkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan di Sejumlah Daerah

13 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perkuat Kamtibmas di Simokerto, Ormas Madas, Polsek, Warga, dan Media Jalin Sinergi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Pinjam Motor Alasan Beli Nasi Pecel, Tak Kunjung Kembali, Warga Kedung Mangu Lapor Polsek Kenjeran

13 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Polres Jember Gelar Razia Sarang Narkoba di Curahtakir, Lima Warga Jalani Tes Urine dan Hasilnya Negatif

12 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Baru 4 Bulan Bebas dari Penjara, Residivis Curanmor di Gresik Ditangkap Warga Usai Gagal Gasak Motor di Barbershop

12 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Gelombang Pasang Terjang Pesisir Cumpat Surabaya, Enam Perahu Nelayan Tenggelam, Warga Terlilit Tali Dievakuasi ke RS UNAIR

12 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!