Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 14 Nov 2025 12:17 WIB ·

Kelangkaan Pupuk di Desa Meteng, Petani Minta Pemerintah dan Pihak Terkait Bertindak Cepat


 Kelangkaan Pupuk di Desa Meteng, Petani Minta Pemerintah dan Pihak Terkait Bertindak Cepat Perbesar

Sampang, Potretrealita.com — Kelangkaan pupuk di Desa Meteng, Kecamatan Ombén, Kabupaten Sampang mencakek semakin dikeluhkan para petani. Menjelang musim tanam, kebutuhan pupuk meningkat, namun ketersediaannya di kios resmi justru sulit didapat, membuat petani terancam terlambat mengolah lahan.

Dalam dua pekan terakhir, para petani mengaku kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi ,Kondisi ini bukan hanya menghambat jadwal tanam, tetapi juga berpotensi menurunkan produksi pertanian di wilayah tersebut.

Sejumlah petani menilai kelangkaan ini diduga terjadi akibat distribusi pupuk yang tidak merata serta kuota yang dinilai tidak sesuai kebutuhan lapangan. Mereka juga mengaku kebingungan karena informasi resmi mengenai ketersediaan pupuk tidak tersampaikan dengan jelas.

Selain masalah distribusi, para petani menyoroti kurangnya sosialisasi dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan kelompok tani (Poktan). Minimnya informasi terkait proses penyaluran, mekanisme pengajuan kebutuhan pupuk, dan pembagian kuota membuat petani merasa tidak mendapat pendampingan memadai.

“Petani di Meteng bingung karena sosialisasi dari PPL dan Poktan kurang. Kami tidak tahu pasti mekanisme dan alokasi pupuk, apalagi stoknya sering kosong,” ungkap salah satu petani.

Keluhan tersebut membuat para petani mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, distributor pupuk, serta PPL dan Poktan di wilayah setempat untuk segera turun tangan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat. Mereka meminta adanya pengawasan lebih ketat agar penyaluran pupuk tepat sasaran dan tidak terjadi potensi penyimpangan dalam distribusi.

Para petani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan sidak lapangan, agar masalah kelangkaan ini tidak berujung pada gagal tanam yang dapat merugikan mereka secara luas. (Sjai)

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Motor Hilang Kembali ke Pemilik, Ayu Bisa Tersenyum Lewat Bazar Ranmor Polrestabes Surabaya

22 Januari 2026 - 17:31 WIB

Pasca Banjir, Mabes Polri Berikan Pendampingan Psikologis kepada Personel Polres Aceh Tamiang

22 Januari 2026 - 15:31 WIB

Polda Jatim Peringati Isra Mi’raj 1447 H untuk Perkuat Keimanan dan Pembinaan Personel

22 Januari 2026 - 15:21 WIB

Kombes Putu Kholis: Polresta Malang Kota Siap Menjadi Rumah bagi Keluarga Korban Kanjuruhan

22 Januari 2026 - 15:14 WIB

Dekadensi Meritokrasi: Legitimasi Ijazah Palsu sebagai Katalisator Korupsi Sistemik Daerah

22 Januari 2026 - 15:08 WIB

Diapresiasi LSM Trinusa, Klinik Bunda Maharani Siap Dukung Program BPJS Kesehatan di Sampang

22 Januari 2026 - 14:41 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!