Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 26 Jun 2025 03:13 WIB ·

Ditipu 1 Miliar lebih, Nasabah Ini Pertanyakan Keseriusan Pimpinan Bank BRI Pamekasan


 Ditipu 1 Miliar lebih, Nasabah Ini Pertanyakan Keseriusan Pimpinan Bank BRI Pamekasan Perbesar

Pamekasan, Potretrealita.com – Kasus dugaan penggelapan uang nasabah di Bank Republik Indonesia (BRI) KC Pamekasan yang bergulir sejak tahun 2020 silam kembali menyeruak setelah seorang warga asal Kecamatan Batumarmar mendatangi kantor berplat merah tersebut.

Pada hari ini, Rabu (25/6/2025) sore, korban yang diketahui bernama Haeruddin itu tiba-tiba mendatangi kantor Bank BRI KC Pamekasan bersama kuasa hukumnya Rachmat Nur Wahyudi (Paralegal) asal Rembang Jawa Tengah.

Sebagai penerima kuasa hukum korban, Rachmat Nur Wahyudi rela terbang dari Jawa Tengah ke Pamekasan, Madura untuk mendampingi kliennya menuntut haknya ke pimpinan Bank BRI KC Pamekasan.

“Tujuan ingin bertemu pimpinan BRI Pamekasan untuk mempertanyakan kejelasan pengembalian uang klien saya yang telah ditipu, dibohongi oleh oknum marketing resmi bernama Anis,” ucap Rachmat kepada awak media.

Rachmat menyebut kliennya bernama Haeruddin tersebut telah ditipu oleh oknum Bank BRI KC Pamekasan yang kasusnya mencuat sejak tahun 2020, namun sampai saat ini pelakunya belum kunjung dijebloskan ke penjara.

“Dari laporan tahun 2021 hingga saat ini belum jelas. Besok kita akan naikkan kembali melalui laporan ke polisi,” ungkapnya.

Sedangkan, Haeruddin menyebut bahwa korban kurang lebih ada 16 orang. Kalau pihaknya awalnya ditawari investasi puluhan juta dengan iming-iming hadiah sepeda motor dan mobil.

“Uang saya setor ke Anis dan diajak masuk ke dalam, awalnya saya investasi uang 50 juta dapat hadiah sepeda motor sama uang 13 juta, tapi sebagian gak keluar,” ucapnya.

Ia mengaku telah memulai investasi sejak tahun 2019 sampai tahun 2020. Menurutnya pelaku tidak ditangkap dan uangnya tidak kembali.

“Kerugian yang saya alami mencapai 1,Miliar lebih bebernya.

Sementara, upaya kedatangan Haeruddin bersama kuasa hukumnya tidak ditemui langsung oleh kepala Bank BRI KC Pamekasan. Namun, melalui salah satu petugas satpam yang berjaga di dalam kantor Bank BRI KC Pamekasan, keduanya diminta untuk mendatangi kembali pada keesokan harinya.

“Dari pimpinan diminta untuk mendatangi kantor kembali besok pak,” ucapnya, singkat. (Red)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Tersesat Ikuti Google Maps, Suzuki Ertiga Terbalik di Jalan Sempit Area Makam Gresik

25 Oktober 2026 - 15:23 WIB

M. Syarif Hidayatullah Tercepat di Sesi Testing, Persaingan SWS Cup Jogja Gokart Makin Memanas

25 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Minggu Kasih, Kapolsek Kenjeran Pererat Sinergi Polri dan Jemaat Gereja Nazareth

25 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Korban Penganiayaan di Valhala Lapor Polisi

25 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Gangster dan Balap Liar

25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Kedinding Lor: Toko Percetakan Dua Lantai Hangus, Diduga Akibat Korsleting AC

25 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!