Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 20 Okt 2026 04:43 WIB ·

Bukan Menolak Pembangunan, Warga Pulau Mandangin Pertanyakan Lokasi KNMP di Pasir Putih


 Bukan Menolak Pembangunan, Warga Pulau Mandangin Pertanyakan Lokasi KNMP di Pasir Putih Perbesar

Sampang, potretrealita.com — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan Pasir Putih, Dusun Barat, Desa Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, menuai keresahan warga. Lokasi yang selama ini menjadi ruang publik, destinasi wisata lokal, sekaligus tempat aktivitas nelayan itu kini menjadi sorotan masyarakat.

Bagi warga setempat, Pasir Putih bukan sekadar kawasan pesisir. Setiap sore, tempat tersebut menjadi lokasi berkumpul masyarakat untuk menikmati pemandangan laut dan matahari terbenam. Kawasan ini juga ramai dikunjungi warga, terutama saat bulan Ramadan dan Hari Raya.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku khawatir terhadap dampak pembangunan KNMP di kawasan tersebut. Selain menjadi tujuan wisata masyarakat lokal maupun luar pulau, Pasir Putih dinilai memiliki kerawanan saat air laut pasang yang dikhawatirkan berdampak pada permukiman sekitar.

“Kami bukan menolak program KNMP. Program ini bagus dan patut didukung selama membawa manfaat bagi Desa Pulau Mandangin. Yang kami pertanyakan adalah lokasinya. Mengapa harus di Pasir Putih, bukan di tempat lain?” ungkapnya.

Sorotan serupa disampaikan Asmawi, aktivis Garda Kawal Sampang (GKS). Ia mempertanyakan urgensi dan dasar penetapan Pasir Putih sebagai lokasi pembangunan KNMP. Menurutnya, pertimbangan pembangunan perlu dijelaskan secara terbuka, terutama jika lokasi tersebut selama ini memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat.

Asmawi menegaskan, Pasir Putih tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga, tetapi juga dimanfaatkan nelayan untuk memperbaiki kapal, perahu, dan jaring. Ia khawatir pembangunan tersebut dapat membatasi ruang masyarakat dalam menjalankan aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kalau kawasan ini dibangun, masyarakat mau berkumpul di mana lagi? Nelayan juga membutuhkan tempat untuk memperbaiki perahu dan jaringnya. Kami mendukung pembangunan yang membawa kemajuan, tetapi kepentingan masyarakat juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Masyarakat berharap pihak terkait menjelaskan dasar pemilihan lokasi, kesesuaian perencanaan, serta langkah antisipasi terhadap potensi pasang air laut. Dialog bersama warga dinilai penting agar pembangunan KNMP benar-benar memberikan manfaat tanpa mengabaikan fungsi sosial kawasan Pasir Putih dan kebutuhan nelayan setempat. Hingga berita ini disusun, penjelasan dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai pertimbangan pemilihan lokasi masih perlu dikonfirmasi. (Red)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepergok Pegawai Kos Saat Curi Motor, Pemuda di Surabaya Terungkap Terlibat Tiga Kasus

19 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Sinergi dengan Polsek Waru, Rutan Kelas I Surabaya Perkuat Kewaspadaan dan Deteksi Dini

19 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Hindari Pemotor, Truk Tangki Terguling di Kebomas Gresik, Jalan Raya Jadi Licin

19 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Gerak Cepat Polres Pacitan, Tiga Terduga Pencuri Mesin Perahu Berhasil Dibekuk

19 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Polda Jatim Tegaskan Penanganan Kasus Anak Meninggal di Surabaya Sesuai UU SPPA

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Perangi Narkoba dan Miras Ilegal, Polres Blitar Intensifkan Razia THM

19 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Trending di Blitar
error: Content is protected !!