Surabaya, potretrealita.com — Gelombang pasang air laut disertai angin kencang menerjang kawasan pesisir Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, pada Minggu malam (11/10/2026) sekitar pukul 22.08 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan enam perahu nelayan tenggelam dan seorang warga harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami insiden saat membantu proses evakuasi.
Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, terjangan air laut terjadi di sejumlah titik, di antaranya Cumpat Gang 7, Gang 2, serta kawasan Nambangan. Air laut yang naik dengan cepat membuat warga dan para nelayan panik, terlebih ketika gelombang mulai menghantam perahu-perahu yang berada di kawasan pesisir.
Para nelayan sempat berupaya menyelamatkan perahu mereka dengan menguras air yang masuk ke lambung kapal. Namun, derasnya arus dan tingginya volume air membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sebanyak enam unit perahu nelayan akhirnya tenggelam dalam kondisi terbalik.
Akibat kejadian tersebut, para nelayan mengalami kerugian material yang diperkirakan cukup besar. Sejumlah perlengkapan melaut, termasuk mesin kapal dan jaring ranjungan, dilaporkan turut terdampak dan masih berada di tengah kondisi ombak yang membahayakan.
Seorang Warga Terlilit Tali Perahu Saat Evakuasi
Di tengah upaya penyelamatan perahu-perahu yang tenggelam, seorang warga setempat bernama Farid mengalami insiden yang membahayakan keselamatannya. Saat turun tangan membantu proses pengamanan perahu, tubuh korban tiba-tiba terlilit tali sandaran perahu hingga menyebabkan dirinya kehilangan kesadaran.
Situasi darurat tersebut segera mendapat perhatian warga dan petugas yang berada di lokasi. Projopati Kedung Cowek, Badrul Komar, yang turut memantau kondisi di tempat kejadian, dengan sigap menghubungi layanan darurat Command Center 112 Surabaya untuk meminta bantuan.
Merespons laporan tersebut, Tim Gerak Cepat (TGC) Kedung Cowek segera bergerak menuju lokasi guna memberikan pertolongan medis darurat kepada korban.
Setelah mendapatkan penanganan awal, Farid kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR) untuk memperoleh perawatan medis lebih lanjut. Proses pengantaran dilakukan menggunakan ambulans TGC Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, dengan pendampingan pihak keluarga.
Petugas Gabungan Siaga Antisipasi Gelombang Susulan
Hingga dini hari, petugas gabungan masih bersiaga di kawasan pesisir Cumpat untuk memantau situasi dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang pasang susulan.
Personel dari Satpol PP Kecamatan Bulak, Tim Gerak Cepat Kedung Cowek, serta jajaran Command Center 112 Surabaya turut melakukan pemantauan di sekitar lokasi terdampak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi kenaikan air laut disertai angin kencang. Warga juga diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri dan tidak memaksakan diri melakukan evakuasi perahu apabila kondisi gelombang masih membahayakan.
Sementara itu, kondisi korban Farid setelah mendapatkan penanganan di RS UNAIR serta total kerugian akibat tenggelamnya enam perahu nelayan masih memerlukan informasi lebih lanjut dari pihak terkait. (Mul)











