Gresik, Potretrealita.com – Suasana Terminal Gresik mendadak memanas pada Jumat (22/5/2026) siang. Puluhan penumpang meluapkan kekecewaan terhadap layanan Bus Trans Jatim yang dinilai lamban dan tidak disiplin dalam pemberangkatan armada.
Insiden terjadi sekitar pukul 12.41 WIB saat sejumlah bus Trans Jatim terlihat standby di area terminal, namun tak kunjung diberangkatkan. Kondisi itu memicu keresahan penumpang yang telah menunggu cukup lama di tengah antrean yang terus memanjang.
“Busnya ada, tapi tidak segera jalan. Kami sudah menunggu lama,” keluh salah satu penumpang dengan nada kesal.
Keluhan serupa terdengar dari berbagai sudut terminal. Penumpang menilai keberadaan armada tanpa kepastian jadwal justru memperparah situasi, terlebih banyak warga memiliki kepentingan mendesak untuk segera tiba di tujuan.
Antrean penumpang yang semakin padat membuat suasana terminal kian semrawut. Sejumlah warga bahkan mendatangi petugas lapangan untuk meminta penjelasan terkait keterlambatan keberangkatan bus.
Ketegangan sempat meningkat ketika antrean terus bertambah dan penumpang mulai kehilangan kesabaran. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kericuhan apabila tidak segera ada kepastian dari pihak operator.
Setelah mendapat sorotan publik, pihak Trans Jatim akhirnya memberikan klarifikasi terkait kondisi operasional armada saat itu.
“Perjalanan tadi sempat bergerak sebentar, mengingat pramugari baru saja tiba dan butuh istirahat sejenak. Sekitar 10 menit lagi, kita akan berangkat kembali karena penumpang sudah mulai menumpuk,” ujar perwakilan Trans Jatim.
Pihak Trans Jatim juga mengakui adanya keterlambatan jadwal yang berdampak pada interval keberangkatan armada.
“Untuk waktu pemberangkatan, saya tetapkan durasi 20 menit. Sebab tadi ada keterlambatan, jadwal interval yang seharusnya 30 menit menjadi tersisa sekitar 10 menit saja. Saya percepat waktunya agar penumpang tidak menumpuk lebih lama dan antrean tetap lancar,” lanjutnya.
Meski telah ada penjelasan, kritik terhadap pelayanan Trans Jatim terus mengalir. Penumpang menilai operator transportasi publik seharusnya mampu menjaga ritme pelayanan secara disiplin dan konsisten, terutama pada jam-jam sibuk.
Kejadian ini pun menjadi sorotan masyarakat yang meminta adanya evaluasi serius terhadap manajemen operasional Trans Jatim. Warga berharap layanan transportasi umum tidak hanya hadir sebagai fasilitas semata, tetapi benar-benar memberikan kepastian, kenyamanan, dan ketepatan waktu bagi masyarakat pengguna jasa. (Mul)











