Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 14 Mei 2026 04:03 WIB ·

Menteri HAM Natalius Pigai Sidak Korban Keracunan MBG di Surabaya, Desak Investigasi Total Pengelola Dapur Gizi


 Menteri HAM Natalius Pigai Sidak Korban Keracunan MBG di Surabaya, Desak Investigasi Total Pengelola Dapur Gizi Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Natalius Pigai melakukan kunjungan kerja mendadak ke RSIA IBI Surabaya pada Rabu (13/5/2026) untuk memantau langsung kondisi para peserta didik korban dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Tembok Dukuh, Kota Surabaya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri HAM didampingi Kepala Kanwil Kementerian HAM Jawa Timur Toar R. E. Mangaribi, Asisten I Pemerintah Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat, serta jajaran manajemen dan tenaga medis RSIA IBI Surabaya.

Natalius Pigai meninjau langsung tujuh siswa yang masih menjalani perawatan intensif sekaligus berdialog dengan keluarga pasien. Berdasarkan laporan medis rumah sakit, seluruh pasien yang dirawat saat ini berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan pemulihan yang signifikan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Menteri HAM menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia. Namun demikian, aspek keamanan pangan disebut tidak boleh diabaikan.

“Program MBG ini tujuannya sangat mulia untuk masa depan anak-anak kita. Namun jika terjadi kegagalan dalam proses pengelolaan, terutama di sisi dapur atau sanitasi, maka ini adalah alarm keras yang harus segera dievaluasi dan ditindaklanjuti secara hukum maupun administratif,” tegas Natalius Pigai.

Selain memberikan perhatian terhadap penanganan medis, Menteri HAM juga memberikan dukungan moril kepada para siswa agar tetap semangat dan tidak mengalami trauma pascakejadian tersebut.

Berdasarkan data Kanwil Kementerian HAM Jawa Timur, dugaan sumber keracunan mengarah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh. Insiden ini berdampak pada peserta didik dari 11 lembaga pendidikan, di antaranya SDN Tembok Dukuh 01, 03, dan 04, Kompleks Sekolah Aletheia, SD Pancasila 45, SD Raden Wijaya, hingga Kompleks Sekolah Ubaid.

Tercatat sebanyak 131 peserta didik sempat mendapatkan penanganan medis akibat dugaan keracunan tersebut. Dari jumlah itu, 124 siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik, sementara tujuh siswa lainnya masih menjalani observasi di RSIA IBI Surabaya.

Menutup kunjungannya, Natalius Pigai menegaskan bahwa hak atas kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin negara, khususnya terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Negara harus memastikan perlindungan hak anak atas keamanan pangan. Jika terbukti ada kelalaian prosedur, harus ada sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain,” pungkasnya. (gus)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan, Cleaning Service RS Ibnu Sina Gresik Gelar Gathering Bersama Keluarga ke Yogyakarta

8 November 2026 - 10:02 WIB

Sasar Berbagai Profesi, Peredaran Narkoba di Lamongan Terbongkar dalam 17 Kasus

8 November 2026 - 09:57 WIB

“Tertibkan Kotanya, Jangan Matikan Dapur”, Cakra Muda Siap Kritik Kebijakan Penataan PKL Surabaya

8 November 2026 - 09:52 WIB

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!