Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 12 Mei 2026 09:59 WIB ·

Ledakan LPG 3 Kg di Surabaya: Derita Kenzo Jadi Alarm Keras Lemahnya Pengawasan Distribusi Gas


 Ledakan LPG 3 Kg di Surabaya: Derita Kenzo Jadi Alarm Keras Lemahnya Pengawasan Distribusi Gas Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Peristiwa ledakan gas LPG 3 Kg di Jalan Kapas Madya, Surabaya, kembali membuka luka mendalam bagi masyarakat. Ledakan dahsyat yang terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, itu menimbulkan korban jiwa dan luka berat. Salah satu korban, Kenzo Moreno Usu Baihaqi, hingga kini masih berjuang menjalani serangkaian operasi di Rumah Sakit Asrama Haji Surabaya.

Tragedi ini dinilai bukan sekadar musibah biasa, melainkan tamparan keras terhadap lemahnya sistem pengawasan distribusi energi, khususnya LPG subsidi 3 Kg yang seharusnya aman digunakan masyarakat.

Kenzo menjadi wajah nyata penderitaan akibat dugaan praktik pengoplosan gas yang masih marak terjadi. Hingga saat ini, korban telah menjalani empat kali operasi besar. Tindakan medis terbaru dilakukan pada Senin (11/05/2026), mulai pukul 11.45 WIB hingga 15.30 WIB.

Perjuangan panjang korban memperlihatkan betapa berat dampak yang harus ditanggung akibat kelalaian dalam pengawasan distribusi LPG. Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas regulasi dan pengawasan yang selama ini diterapkan.

Kasus ledakan tersebut kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap distribusi LPG 3 Kg. Celah dalam sistem distribusi dinilai masih membuka ruang bagi praktik pengoplosan yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Di tengah perjuangan sang anak untuk pulih, keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas atas laporan yang telah disampaikan.

“Keinginan dan harapan terbesar saya saat ini adalah pihak kepolisian segera mungkin menindaklanjuti laporan saya kemarin, surat laporan dari Kepolisian Nomor: STTLP/M/550/V/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA. Di sini saya berjuang bersama anak saya, Kenzo Moreno Usu Baihaqi, untuk sembuh dan pulih kembali seperti sedia kala tanpa meninggalkan trauma dalam hidupnya. Saya juga berharap ini menjadi pelajaran bagi semua penjual, pedagang, tengkulak, maupun pengecer LPG 3 Kg di mana pun, agar tidak ada lagi korban berikutnya dan bisa lebih amanah lagi,” ujar Maria Vita, ibu korban, penuh haru.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat. Aparat penegak hukum didorong untuk bertindak tegas, menutup celah distribusi, serta memberantas praktik pengoplosan LPG yang terus meresahkan publik.

Kenzo kini bertahan melawan luka dan trauma. Sementara itu, Surabaya menjadi saksi bahwa tragedi ini bukan sekadar cerita duka, melainkan momentum penting untuk menghadirkan perubahan nyata dalam pengawasan distribusi energi demi keselamatan masyarakat. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan, Cleaning Service RS Ibnu Sina Gresik Gelar Gathering Bersama Keluarga ke Yogyakarta

8 November 2026 - 10:02 WIB

Sasar Berbagai Profesi, Peredaran Narkoba di Lamongan Terbongkar dalam 17 Kasus

8 November 2026 - 09:57 WIB

“Tertibkan Kotanya, Jangan Matikan Dapur”, Cakra Muda Siap Kritik Kebijakan Penataan PKL Surabaya

8 November 2026 - 09:52 WIB

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!