Surabaya, Potretrealita.com – Peristiwa ledakan gas LPG 3 Kg di Jalan Kapas Madya, Surabaya, kembali membuka luka mendalam bagi masyarakat. Ledakan dahsyat yang terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, itu menimbulkan korban jiwa dan luka berat. Salah satu korban, Kenzo Moreno Usu Baihaqi, hingga kini masih berjuang menjalani serangkaian operasi di Rumah Sakit Asrama Haji Surabaya.
Tragedi ini dinilai bukan sekadar musibah biasa, melainkan tamparan keras terhadap lemahnya sistem pengawasan distribusi energi, khususnya LPG subsidi 3 Kg yang seharusnya aman digunakan masyarakat.
Kenzo menjadi wajah nyata penderitaan akibat dugaan praktik pengoplosan gas yang masih marak terjadi. Hingga saat ini, korban telah menjalani empat kali operasi besar. Tindakan medis terbaru dilakukan pada Senin (11/05/2026), mulai pukul 11.45 WIB hingga 15.30 WIB.
Perjuangan panjang korban memperlihatkan betapa berat dampak yang harus ditanggung akibat kelalaian dalam pengawasan distribusi LPG. Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas regulasi dan pengawasan yang selama ini diterapkan.
Kasus ledakan tersebut kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap distribusi LPG 3 Kg. Celah dalam sistem distribusi dinilai masih membuka ruang bagi praktik pengoplosan yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Di tengah perjuangan sang anak untuk pulih, keluarga korban berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas atas laporan yang telah disampaikan.
“Keinginan dan harapan terbesar saya saat ini adalah pihak kepolisian segera mungkin menindaklanjuti laporan saya kemarin, surat laporan dari Kepolisian Nomor: STTLP/M/550/V/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA. Di sini saya berjuang bersama anak saya, Kenzo Moreno Usu Baihaqi, untuk sembuh dan pulih kembali seperti sedia kala tanpa meninggalkan trauma dalam hidupnya. Saya juga berharap ini menjadi pelajaran bagi semua penjual, pedagang, tengkulak, maupun pengecer LPG 3 Kg di mana pun, agar tidak ada lagi korban berikutnya dan bisa lebih amanah lagi,” ujar Maria Vita, ibu korban, penuh haru.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat. Aparat penegak hukum didorong untuk bertindak tegas, menutup celah distribusi, serta memberantas praktik pengoplosan LPG yang terus meresahkan publik.
Kenzo kini bertahan melawan luka dan trauma. Sementara itu, Surabaya menjadi saksi bahwa tragedi ini bukan sekadar cerita duka, melainkan momentum penting untuk menghadirkan perubahan nyata dalam pengawasan distribusi energi demi keselamatan masyarakat. (Mul)











