Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 28 Apr 2026 09:55 WIB ·

Ledakan Tabung Gas Murah Renggut Nyawa Yudi, Warga Desak Polisi Usut Peredaran LPG Ilegal


 Ledakan Tabung Gas Murah Renggut Nyawa Yudi, Warga Desak Polisi Usut Peredaran LPG Ilegal Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Yudi Setiawan (43). Setelah berjuang selama 28 hari melawan luka bakar parah yang dideritanya, pria tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah saudaranya, Jalan Sencaki No. 59, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, pada Senin (27/04/2026) pukul 16:30 WIB.

Kehilangan ini tentu sangat menyakitkan, mengingat kejadian naas tersebut bermula dari niat baik untuk membantu kerabat. Tragedi ini bermula ketika Yudi diminta oleh kakaknya untuk memperbaiki tabung LPG yang terdengar mendesis atau bocor.

Saat regulator dilepas, asap putih langsung muncul dari dalam tabung. Yudi kemudian mencoba membuka puntung untuk memastikan sumber kebocoran tersebut. Karena diduga tabung yang baru dibeli itu memang rusak, penjual tabung pun diminta datang untuk mengecek kondisi barang.

Anak dari penjual sempat melakukan pengecekan dan berjanji akan memberitahu ayahnya mengenai kondisi tabung tersebut. Namun, sebelum sempat ditindaklanjuti, saat Yudi mengangkat tabung untuk menunjukkan titik kebocoran, ledakan hebat terjadi seketika. Api besar menyambar tubuh Yudi hingga membakar hampir seluruh bagian kulitnya.

Tidak hanya Yudi, sang keponakan bernama Kenzo Moreno Usu Baihaqi juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Wajah dan seluruh tubuh anak kecil itu terkena percikan api yang panas, menyebabkan luka bakar yang cukup serius.

Hingga saat ini, Kenzo masih menjalani perawatan intensif di RS Asrama Haji Surabaya dan baru saja menjalani operasi yang ketiga. Tim medis menegaskan bahwa tindakan operasi berulang ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi, serta memperbaiki jaringan kulit yang rusak akibat panas api.

Kejadian ini memantik kemarahan warga sekitar. Seorang tetangga menuturkan, ibu korban sempat berusaha menyelamatkan cucunya setelah mencium bau gas yang sangat menyengat.

Dari informasi yang beredar, tabung LPG yang meledak itu diketahui baru dibeli dari tetangga dengan harga yang sangat murah, yaitu hanya Rp18.000 per tabung. Warga menduga kuat bahwa tabung-tabung tersebut bukan produk resmi atau tidak standar, dan diduga berasal dari oknum pekerja yang mengaku mendapatkannya dari Pertamina sebagai pengganti uang makan, yang kemudian dijual kembali.

“Sekarang tabung-tabung itu beredar luas, bahkan dijual oleh tengkulak. Sangat berbahaya karena sering ngowos atau bocor,” ujar salah satu warga dengan nada geram.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengambil langkah hukum lebih lanjut, mengingat keluarga masih fokus pada penanganan medis terhadap korban yang masih bertahan. Namun, kasus ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat. Banyak pihak menuntut agar aparat segera menindak tegas peredaran tabung LPG diduga tidak standar yang sangat meresahkan dan membahayakan nyawa.

Tragedi yang menimpa Yudi Setiawan dan Kenzo Moreno menjadi pelajaran dan peringatan keras bagi seluruh masyarakat. Jangan pernah tergiur dengan harga murah untuk membeli LPG dari sumber yang tidak jelas atau tidak resmi. Keselamatan jiwa dan keluarga jauh lebih berharga daripada risiko mengerikan yang ditimbulkan oleh gas abal-abal. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan, Cleaning Service RS Ibnu Sina Gresik Gelar Gathering Bersama Keluarga ke Yogyakarta

8 November 2026 - 10:02 WIB

Sasar Berbagai Profesi, Peredaran Narkoba di Lamongan Terbongkar dalam 17 Kasus

8 November 2026 - 09:57 WIB

“Tertibkan Kotanya, Jangan Matikan Dapur”, Cakra Muda Siap Kritik Kebijakan Penataan PKL Surabaya

8 November 2026 - 09:52 WIB

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!