Jakarta, Potretrealita.com – Aksi unjuk rasa yang digelar jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Triga Nusantara Indonesia di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/4/2026), memicu perhatian luas, termasuk dari aparat intelijen di sejumlah daerah.
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) LSM Triga Nusantara Indonesia mengungkapkan bahwa pasca aksi tersebut, sejumlah pengurus DPC di berbagai wilayah mendapat komunikasi dari pihak yang diduga aparat intelijen untuk melakukan klarifikasi terkait kegiatan aksi serta isu-isu yang disuarakan dalam demonstrasi.
Menurut DPN, respons cepat tersebut menjadi sinyal bahwa materi tuntutan yang mereka bawa dianggap serius dan menyentuh persoalan mendasar dalam tata kelola keuangan negara.
Isu yang diangkat dalam aksi tersebut antara lain dugaan korupsi sistemik, penyalahgunaan anggaran publik, serta praktik pemerasan dan pungutan liar dalam sektor pendidikan maupun proyek daerah.
“Ini menunjukkan bahwa gerakan yang kami lakukan bukan sekadar simbolik, tetapi sudah masuk radar pengawasan banyak pihak,” tegas pernyataan resmi DPN Triga Nusantara Indonesia.
DPN menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gentar terhadap tekanan ataupun upaya intimidasi dalam bentuk apa pun. Mereka menilai aksi penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang, sehingga tidak boleh dihalangi atau ditekan dengan cara-cara di luar prosedur hukum.
Selain itu, DPN juga mengingatkan agar setiap bentuk pemantauan atau komunikasi dari aparat dilakukan secara profesional dan tidak melanggar aturan hukum.
Sebagai langkah konsolidasi, DPN menginstruksikan seluruh jajaran DPC agar tetap solid, tidak mudah terprovokasi, mendokumentasikan setiap bentuk komunikasi dari pihak mana pun, serta melaporkannya secara berjenjang kepada DPD dan DPN.
Instruksi tersebut juga disertai arahan untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyiapkan aksi lanjutan sebagai bentuk komitmen terhadap agenda pemberantasan korupsi.
DPN Triga Nusantara Indonesia bahkan telah menyiapkan gelombang aksi lanjutan yang rencananya akan digelar di sejumlah lembaga strategis, termasuk Kejaksaan Agung RI, kementerian terkait, serta pemerintah daerah yang dinilai terindikasi bermasalah.
DPN menilai perhatian yang muncul setelah aksi di KPK justru memperkuat keyakinan mereka bahwa perjuangan yang dilakukan berada di jalur yang benar.
“Semakin diawasi, semakin jelas bahwa apa yang kami suarakan menyentuh kebenaran. Kami tidak akan mundur selangkah pun dalam membela kepentingan rakyat dan menyelamatkan keuangan negara,” demikian pernyataan DPN Triga Nusantara Indonesia.
Dengan sikap tersebut, Triga Nusantara Indonesia memastikan akan terus mengawal berbagai dugaan korupsi hingga tuntas dan terbuka kepada publik. (Tim)











