Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 23 Apr 2026 14:20 WIB ·

Relokasi PKL Gersikan Memanas, Pedagang Tolak Dipindah ke Pasar Kaza dan Adu Argumen dengan Camat Tambaksari


 Relokasi PKL Gersikan Memanas, Pedagang Tolak Dipindah ke Pasar Kaza dan Adu Argumen dengan Camat Tambaksari Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Suasana tegang mewarnai proses penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Gersikan, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Kamis (23/4/2026). Adu argumen antara perwakilan pedagang dan Camat Tambaksari, Aristono, terjadi di sebuah toko makanan sekitar pukul 10.00 WIB, dipicu rencana relokasi pedagang yang ditargetkan selesai pada akhir April 2026.

Penataan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Surabaya untuk menertibkan pedagang liar yang berjualan di bahu jalan. Pemerintah kota menilai langkah itu diperlukan demi menjaga kebersihan, ketertiban, dan estetika kawasan agar tidak terkesan kumuh.

Namun kebijakan tersebut mendapat penolakan keras dari para pedagang. Mereka menilai relokasi dilakukan secara tergesa-gesa tanpa adanya jaminan keberlangsungan usaha di lokasi baru. Ketegangan pun tak terhindarkan ketika para pedagang menyampaikan keberatan mereka secara langsung kepada pihak kecamatan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garad yang mendampingi para pedagang menyebut pihak kecamatan terlalu memaksakan kehendak, padahal hasil hearing sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi tuntutan para PKL.

“Kami sangat kecewa dengan kebijakan Camat Tambaksari. Hasil hearing kemarin sebenarnya belum terpenuhi secara utuh, tetapi para PKL sudah dibuat takut dengan tekanan penertiban ini,” ujar perwakilan LSM Garad.

Sebagai langkah penataan, pihak Kecamatan Tambaksari telah menawarkan relokasi para pedagang ke Pasar Krampung atau Pasar Kaza melalui mekanisme pengundian lapak. Namun tawaran tersebut ditolak para pedagang karena dianggap tidak menjawab persoalan utama, yakni keberlangsungan pendapatan mereka.

Para pedagang menilai Pasar Kaza saat ini sepi pengunjung sehingga dikhawatirkan tidak mampu menopang aktivitas jual beli seperti di lokasi lama. Selain itu, tenggat waktu relokasi yang ditetapkan hingga akhir bulan dianggap terlalu mendadak dan memberi tekanan psikologis bagi para pelaku usaha kecil.

“Kami bukan menolak ditata, tapi jangan dipindahkan ke tempat yang sepi pembeli. Kalau jualan tidak laku, bagaimana kami bisa menghidupi keluarga?” ungkap salah satu pedagang.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kawasan Gersikan masih dalam pemantauan. Para pedagang berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat mengambil langkah yang lebih bijak dan humanis, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi para PKL, bukan sekadar mengejar penertiban kawasan.

Konflik ini menunjukkan bahwa penataan kota membutuhkan komunikasi yang matang dan solusi nyata agar kebijakan pemerintah tidak justru menimbulkan keresahan bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari berdagang di ruang publik. (Red)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan, Cleaning Service RS Ibnu Sina Gresik Gelar Gathering Bersama Keluarga ke Yogyakarta

8 November 2026 - 10:02 WIB

Sasar Berbagai Profesi, Peredaran Narkoba di Lamongan Terbongkar dalam 17 Kasus

8 November 2026 - 09:57 WIB

“Tertibkan Kotanya, Jangan Matikan Dapur”, Cakra Muda Siap Kritik Kebijakan Penataan PKL Surabaya

8 November 2026 - 09:52 WIB

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!