Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 9 Apr 2026 13:32 WIB ·

Makanan SPPG Diduga Berulat, Wali Murid Protes Keras Sikap Kepala Sekolah di Sampang


 Makanan SPPG Diduga Berulat, Wali Murid Protes Keras Sikap Kepala Sekolah di Sampang Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Dugaan penyajian makanan tidak layak konsumsi terjadi di Sekolah Penggerak Pangan Guru (SPPG) Yayasan Raden Al Ansor, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Sejumlah wali murid menemukan adanya ulat pada menu daging ayam yang disajikan kepada siswa.

Temuan tersebut pertama kali diketahui pada Kamis (2/4/2026) dan langsung memicu reaksi keras dari para orang tua siswa. Mereka mengaku kecewa dan khawatir terhadap kualitas serta keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak setiap hari di lingkungan sekolah.

Salah satu wali murid menyampaikan kekesalannya. Ia menilai pihak sekolah seharusnya menjamin kebersihan dan kesehatan makanan. “Kami mempercayakan anak-anak ke sekolah dengan harapan mendapat makanan yang bersih dan sehat. Tapi kenyataannya ditemukan ulat di dalam makanan,” ujarnya.

Kekecewaan semakin memuncak setelah pihak sekolah dinilai tidak memberikan respons yang memadai. Menurut sejumlah wali murid, kepala sekolah justru meminta agar persoalan tersebut tidak diperpanjang. Sikap ini dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan kesehatan siswa.

Secara kesehatan, makanan yang terkontaminasi berpotensi menimbulkan gangguan, terutama pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, pengelolaan makanan di lingkungan pendidikan seharusnya mengikuti standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan terkait sistem pengawasan dan manajemen penyediaan makanan di sekolah tersebut. Wali murid menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap pihak penyedia makanan dan prosedur distribusinya.

Masyarakat dan wali murid pun mendesak pihak yayasan serta instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan secara menyeluruh.

Mereka berharap ada langkah konkret untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta adanya jaminan keamanan pangan bagi para siswa di lingkungan sekolah. (Red)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kecelakaan Bocah 9 Tahun di Sampang Jadi Sorotan, Isu Sopir Kabur Dibantah Polisi

9 April 2026 - 13:24 WIB

Klakson Berujung Todongan Pistol, Warga Tanjungbumi Ditangkap Polisi

9 April 2026 - 05:22 WIB

Penipuan Rekrutmen PNS Terbongkar, Puluhan Korban Tertipu SK Palsu

9 April 2026 - 05:17 WIB

Divpropam Mabes Polri Ambil Alih Kasus Dugaan Ketidakprofesionalan Propam Bangkalan dan Polda Jatim

9 April 2026 - 05:12 WIB

Digitalisasi Parkir Surabaya Dikritik, Jukir Dinilai Jadi Korban Ketidakadilan Sistem

9 April 2026 - 03:56 WIB

Advokat Rikha Permatasari Kritik Keras Wacana Penyeragaman: “Rakyat Butuh Keadilan, Bukan Seragam”

9 April 2026 - 03:51 WIB

Trending di Hukum
error: Content is protected !!