Sampang, Potretrealita.com – Dugaan penyajian makanan tidak layak konsumsi terjadi di Sekolah Penggerak Pangan Guru (SPPG) Yayasan Raden Al Ansor, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Sejumlah wali murid menemukan adanya ulat pada menu daging ayam yang disajikan kepada siswa.
Temuan tersebut pertama kali diketahui pada Kamis (2/4/2026) dan langsung memicu reaksi keras dari para orang tua siswa. Mereka mengaku kecewa dan khawatir terhadap kualitas serta keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak setiap hari di lingkungan sekolah.
Salah satu wali murid menyampaikan kekesalannya. Ia menilai pihak sekolah seharusnya menjamin kebersihan dan kesehatan makanan. “Kami mempercayakan anak-anak ke sekolah dengan harapan mendapat makanan yang bersih dan sehat. Tapi kenyataannya ditemukan ulat di dalam makanan,” ujarnya.
Kekecewaan semakin memuncak setelah pihak sekolah dinilai tidak memberikan respons yang memadai. Menurut sejumlah wali murid, kepala sekolah justru meminta agar persoalan tersebut tidak diperpanjang. Sikap ini dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan kesehatan siswa.
Secara kesehatan, makanan yang terkontaminasi berpotensi menimbulkan gangguan, terutama pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, pengelolaan makanan di lingkungan pendidikan seharusnya mengikuti standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan terkait sistem pengawasan dan manajemen penyediaan makanan di sekolah tersebut. Wali murid menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, termasuk terhadap pihak penyedia makanan dan prosedur distribusinya.
Masyarakat dan wali murid pun mendesak pihak yayasan serta instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan secara menyeluruh.
Mereka berharap ada langkah konkret untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta adanya jaminan keamanan pangan bagi para siswa di lingkungan sekolah. (Red)











