Pamekasan, Potretrealita.com – 6 April 2026. Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan menggelar razia gabungan blok hunian sekaligus pelaksanaan tes urine bagi pegawai dan warga binaan, Senin (06/04) mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan razia melibatkan jajaran internal lapas yang terdiri dari Ka KPLP, Kasi Kamtib, Kasubsi Portatib, Kasubsi Keamanan, staf KPLP, staf Kamtib, regu pengamanan (rupam), serta CASN. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh aparat penegak hukum (APH) dari Kodim 0826, Polres Pamekasan, BNNK Sumenep, dan Sat Brimob Polda Jawa Timur.
Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah blok hunian, di antaranya Blok Ambon, Bandung, Cirebon, dan Demak. Tim menyisir kamar-kamar warga binaan serta memeriksa titik-titik yang dianggap rawan, termasuk area yang berpotensi menjadi jalur pelarian.
Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang, antara lain 9 pisau modifikasi, 6 sendok besi, 2 kartu remi, 2 tali, serta 4 botol balsem. Seluruh barang bukti tersebut selanjutnya diinventarisir dan akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Selain razia, pada waktu yang bersamaan juga dilaksanakan tes urine bagi 53 pegawai dan 350 warga binaan yang dipilih secara acak. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026.
Pelaksanaan tes urine berlangsung tertib dengan pendampingan dari BNNK Sumenep, Kodim 0826, Polres Pamekasan, dan Sat Brimob Jawa Timur. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan lapas yang bersih dari narkoba dan gangguan keamanan.
“Kegiatan razia dan tes urine ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga integritas serta menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba. Kami tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk pelanggaran di dalam lapas,” tegas Kusnan.
Sementara itu, Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, mengapresiasi sinergi yang terjalin antarinstansi dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif Lapas Narkotika Pamekasan. Sinergi seperti ini sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan pemasyarakatan. Hasil negatif ini menjadi indikator positif bahwa upaya pembinaan berjalan dengan baik,” ungkap Bambang.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pihak lapas memastikan bahwa razia blok hunian akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. (Rud)











