Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 29 Mar 2026 16:11 WIB ·

Tambang Emas Diduga Ilegal, Aktivis Diteror


 Tambang Emas Diduga Ilegal, Aktivis Diteror Perbesar

Sulteng, Potretrealita.com – Teror dan intimidasi terhadap aktivitas tambang emas yang diduga ilegal kembali terjadi di Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kali ini menimpa Moh. Yusup Posuma (Yus), warga Desa Tirtanagaya, pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 03.45 WITA, saat korban tengah beristirahat di rumahnya.

Aksi penyerangan dilakukan oleh sejumlah orang tak dikenal dengan cara merusak kaca jendela rumah serta kendaraan milik korban. Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis keluarga korban, khususnya anak semata wayangnya yang mengalami trauma berat hingga harus dilarikan ke Puskesmas Bolano 1.

“Sebelum kejadian, bos tambang inisial P sempat menelpon saya, tapi saya sudah tidur. Saya baru tahu ada panggilan masuk setelah kejadian perusakan rumah dan motor,” ungkap Yus.

Ia menduga teror ini berkaitan erat dengan sikap kritisnya terhadap aktivitas tambang emas yang diduga ilegal di wilayah Lambunu. Sebelumnya, Yus secara terbuka menyoroti dampak lingkungan akibat pertambangan tersebut, mulai dari pendangkalan sungai hingga kerusakan ekosistem.

“Anak saya mengalami trauma berat dan saat ini mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Bolano 1. Saya khawatir ada dampak buruk terhadap kesehatannya,” tambahnya.

Serangan ini memperkuat dugaan adanya upaya sistematis untuk membungkam suara kritis masyarakat. Terlebih, dalam pemberitaan sebelumnya, Yus juga mengungkap adanya ancaman penculikan serta dugaan keterlibatan oknum dalam membekingi aktivitas tambang ilegal tersebut.

Ketua Koordinator Forum Media Transformasi (FORMAT), Mukti Wijaya, mengecam keras tindakan teror tersebut dan mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas.

“Ini tidak bisa dibiarkan sampai jatuh korban lagi. Apalagi ada anak kecil yang kini mengalami trauma berat akibat serangan brutal di rumah korban,” tegas Mukti.

Ia menilai, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan harus mengungkap aktor intelektual di balik aksi kekerasan tersebut.

“Polisi jangan hanya tangkap pelaku. Otak di balik serangan ini harus diusut tuntas. Tangkap semua pelaku tambang ilegal tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Psikiater anak, Della S.Psi., menilai, kekerasan yang disaksikan langsung oleh anak terhadap orang tuanya dapat memicu trauma mendalam, gangguan kecemasan, hingga potensi stres pascatrauma (PTSD).

“Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Anak yang menyaksikan kekerasan terhadap orang tuanya berisiko mengalami trauma jangka panjang yang mempengaruhi tumbuh kembang mental dan emosionalnya,” terangnya.

Atas kejadian ini, lembaga terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta aparat kepolisian didesak segera turun tangan memberikan pendampingan psikologis, perlindungan hukum, serta jaminan keamanan bagi korban dan keluarganya.

Langkah konkret yang perlu diambil antara lain pendampingan trauma healing bagi anak korban, perlindungan saksi dan korban, pengamanan terhadap keluarga korban, dan pengusutan tuntas jaringan tambang ilegal beserta aktor intelektualnya.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum. Ketika kritik terhadap dugaan kejahatan lingkungan dibalas dengan teror, maka yang terancam bukan hanya individu, tetapi juga kebebasan berpendapat dan keselamatan warga negara. Negara tidak boleh kalah oleh intimidasi. Penegakan hukum yang tegas dan transparan adalah satu-satunya jawaban. (Red)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan, Cleaning Service RS Ibnu Sina Gresik Gelar Gathering Bersama Keluarga ke Yogyakarta

8 November 2026 - 10:02 WIB

Sasar Berbagai Profesi, Peredaran Narkoba di Lamongan Terbongkar dalam 17 Kasus

8 November 2026 - 09:57 WIB

“Tertibkan Kotanya, Jangan Matikan Dapur”, Cakra Muda Siap Kritik Kebijakan Penataan PKL Surabaya

8 November 2026 - 09:52 WIB

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!