Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 15 Mar 2026 15:36 WIB ·

Inspektorat Sampang Audit SDN Pandan 2, Bendahara dan Operator Diduga Kuasai Dana BOS


 Inspektorat Sampang Audit SDN Pandan 2, Bendahara dan Operator Diduga Kuasai Dana BOS Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, disinyalir ada pembiaran dan tindakan tegas dengan ulah dua oknum guru yang mengajar di UPTD SDN Pandan 2, Kecamatan Omben.

Diketahui, kedua oknum guru tersebut berinisial M sebagai bendahara dan Z sebagai operator sekolah yang diduga menguasai semua fasilitas dan lahan sekolah.

Selain itu, keduanya juga diduga menggelapkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan PIP (Program Indonesia Pintar) setiap tahunnya.

Bahkan, merujuk hasil temuan inspektorat melalui irban 3 waktu cek langsung di SDN Pandan 2, ada pengaran fiktif seperti laptop dan lemari besi anggaran tahun 2022 sampai dengan 2024.

Temuan dari Inspektorat tersebut juga pembelian baju olah raga serta sepatu hitam untuk siswa tidak pernah dibelanjakan oleh bendahara yang bekerja sama dengan operator sekolah.

Selain itu, kebutuhan guru & ATK (Alat Tulis Kantor) selama ini tidak pernah terpenuhi dan honor fiktif untuk penjaga malam sekolah serta meteran listrik rumah oknum bendahara itu, pembayaran setiap bulannya menggunakan anggaran sekolah.

Dari pihak inspektorat pun sendiri sudah mengetahui, kalau halaman sekolah di jadikan tempat jemuran baju dan padi.

Inspektorat Sampang, melalui irban 3, Adi saat dikonfirmasi via chat WhatsApp membenarkan bahwa banyak indikasi penyelewengan terkuat anggara dana BOS yang dilakukan oknum bendahara.

“iya pak benar, Masih proses audit..indikasinya ya seperti itu pak,” ucapnya, Minggu (15/3/2026).

Sementara, menurut narasumber internal sekolah yang tidak mau namanya disebutkan bahwa oknum bendara dan operator selalu bikin ulah ingin menguasai sekolahan.

“Dari dulu M dan Z selalu ingin menguasai SDN Pandan 2, siapapun kepala sekolahnya harus ikut cara mereka dan guru harus tunduk ke dia, bila tidak tunduk dibikin masalah dengan memprovokasi warga untuk bikin ulah di SDN Pandan 2,” ungkapnya, Kamis (12/3/2026).

Kemudian, Ia menjelaskan, karena M & Z merasa asli orang setempat dekat sekolah tersebut yang dijadikan korban murid anggaran Bos diduga diselewengkan dan terkesan sekolahan milik pribadinya,

“Persoalan tersebut sudah tercium beberapa kali inspektorat irban 3 turun ke sekolah, diduga banyak indikasi penyimpangan dana Bos dari tahun 2022 sampai 2024,” jelasnya.

Satu sisi, Plt Kepala SDN Pandan 2, Pandi saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut membenarkan bahwasanya memang ada inspektorat sidak ke SDN pandan 2.

“Ya ada mas. Pertama hari Senin dan yang kedua tadi hari kamis 12 maret 2026 kemarin mas. Terkait dana BOS tahun 2023 sampai 2024,” katanya.

“Banyak temuan gak tau temuan yang bagaimana mas, soalnya saya menjabat PLH di UPTD SDN Pandan 2 akhir 2025,” lanjutnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Buka Bersama di Bulan Ramadhan, Marmoyo Community Perkuat Silaturahmi dan Persaudaraan

15 Maret 2026 - 15:47 WIB

LSM Trinusa Surabaya Soroti Dugaan Keteledoran SPPG Simokerto dalam Program MBG

15 Maret 2026 - 15:29 WIB

BGN Hentikan Sementara 9 SPPG di Gresik, Imbas Menu Kelapa Utuh dalam Program MBG

15 Maret 2026 - 15:09 WIB

Tragis, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Dalam Kantong Plastik di Bantaran Sungai Asemrowo Surabaya

15 Maret 2026 - 10:10 WIB

Ramadan Berbagi, Media Liputan Kasus Tebar 500 Takjil di Depan Masjid Hidayatullah

15 Maret 2026 - 09:47 WIB

Polda Jatim Dirikan 238 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk Layani Pemudik

14 Maret 2026 - 19:16 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!