Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 12 Feb 2026 16:18 WIB ·

Peresmian Asmaraloka Cafe di Pesisir Camplong Disorot, GASI Pertanyakan Legalitas Lahan dan Dugaan Reklamasi


 Peresmian Asmaraloka Cafe di Pesisir Camplong Disorot, GASI Pertanyakan Legalitas Lahan dan Dugaan Reklamasi Perbesar

Sampang, Potretrealita.com – Peresmian Asmaraloka Cafe di kawasan pesisir Camplong oleh Wakil Bupati Sampang bersama unsur DPRD, Koramil, dan Polsek Camplong menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis.

Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) menilai langkah seremonial pejabat tersebut justru memunculkan kesan adanya legitimasi kekuasaan terhadap usaha yang status izin dan lahannya masih dipertanyakan.

Ketua GASI, Achmad Rifa’i, secara terbuka mempertanyakan dasar legalitas lahan serta dugaan aktivitas reklamasi di lokasi kafe tersebut. Menurutnya, wilayah pesisir bukan ruang bebas yang dapat dimanfaatkan tanpa kepastian izin tata ruang laut, izin reklamasi, maupun kejelasan status kepemilikan lahan.

“Yang kami soroti bukan sekadar bangunan atau usahanya, tetapi dasar legalitasnya. Jika wilayah pesisir dipakai tanpa izin yang jelas lalu diresmikan pejabat, publik tentu bertanya: ini prosedur yang didahulukan atau kekuasaan yang lebih dulu berdiri?” tegas Rifa’i.

Sorotan itu menguat lantaran lokasi kafe diduga berdiri di atas kawasan hasil reklamasi yang, berdasarkan sejumlah informasi, masih berstatus tanah negara. Namun di sisi lain, bangunan permanen telah berdiri dan bahkan diresmikan secara terbuka oleh pejabat daerah bersama unsur keamanan.

Kondisi tersebut memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa aparat dan pejabat terkesan “pasang badan” terhadap aktivitas usaha yang legalitasnya belum sepenuhnya transparan. Situasi ini dinilai berpotensi menciptakan preseden buruk dalam tata kelola wilayah pesisir serta menurunkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan aturan.

Selain persoalan izin dan status lahan, operasional usaha di kawasan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kewajiban pajak dan kontribusinya terhadap penerimaan daerah. Rifa’i menilai, apabila dasar pemanfaatan ruang laut belum memiliki kepastian hukum, maka keberadaan usaha komersial berpotensi menimbulkan polemik administratif hingga konsekuensi hukum di kemudian hari.

Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Bupati Sampang, Ra Mahfudz yang akrab disapa Ra Wabub, belum memberikan klarifikasi terkait status izin reklamasi, legalitas lahan, maupun dasar peresmian yang dilakukan di lokasi pesisir tersebut, meski pesan konfirmasi yang dikirimkan telah berstatus terkirim dan terbaca. (Red)

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

LSM TRINUSA Siapkan 500 Massa Geruduk KPK dan Kejagung, Desak Usut Tuntas Dugaan Suap Proyek Bekasi dan Aset Mewah Ipda Yayat

10 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Rentan Disalahgunakan Oknum Cari Cuan, Pengelolaan Aset PT Pos Indonesia Regional Jatim di Kebon Rojo Disorot, Surat LSM Topan-RI Tak Dijawab

10 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Ekstasi Logo WhatsApp Muncul di Surabaya, Polisi Bongkar Peredaran 32 Ribu Pil Koplo

10 Oktober 2026 - 07:15 WIB

GSN dan BNNK Pasuruan Bersinergi, Gelar Sosialisasi P4GN di SPPG Cobanblimbing

10 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Kapolres Gresik Turun Tangan, Ibu Korban Dugaan Pemerasan Debt Collector Pinjol Rugi Hampir Rp3 Juta

10 Oktober 2026 - 03:27 WIB

Penuh Kehangatan, Keluarga Besar Polda Jatim Lepas Irjen Pasma Royce Menuju Tugas Baru

10 Oktober 2026 - 03:23 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!