Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 16 Jan 2026 16:08 WIB ·

Kolaborasi Multipihak Jadi Kunci Menjaga Keberlangsungan Program JKN


 Kolaborasi Multipihak Jadi Kunci Menjaga Keberlangsungan Program JKN Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di Indonesia. Ketua BPJS WATCH Jawa Timur, Arief Supriyono S.T., S.H., S.E., MM, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat luas.

“Sesuatu hal bisa diwujudkan secara maksimal apabila semua komponen bekerja bersama-sama. Pemerintah memiliki kewenangan dan data, sementara masyarakat memberikan kepercayaan. Jika keduanya bersinergi, program JKN akan tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang nyata,” ujar Arief dalam keterangannya sebagai Pembicara Kegiatan Transformasi Digital Award di The Anvaya Beach Resort Bali di Jl. Kartika Plaza, Tuban, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (14/01/2026).

Penting diketahui, penyelenggaraan JKN merupakan amanat Pasal 28H Ayat (3) dan Pasal 34 Ayat (2) UUD 1945, di mana negara wajib mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat, terutama masyarakat lemah dan tidak mampu. Menurut Arief, kebijakan publik yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan adalah kunci menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.

Ia menjelaskan bahwa JKN bukan sekadar jaminan kesehatan, melainkan instrumen ekonomi yang kuat. Program ini berfungsi melindungi pekerja, meningkatkan daya beli masyarakat, membantu efisiensi biaya perusahaan, hingga mendukung APBN dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Lebih lanjut Arief memaparkan, dunia saat ini menghadapi era yang rapuh (Brittle), penuh kecemasan (Anxious), tidak linear (Non-linear), dan sulit dipahami (Incomprehensible). Masalah seperti PHK massal dan struktur kerja freelance tanpa kepastian jangka panjang menjadi tantangan besar bagi kepesertaan JKN.

Untuk itu, Arief menekankan pentingnya Retensi Kepesertaan sebagai strategi menjaga agar status peserta tetap aktif. “Tujuannya agar perlindungan tidak terputus, keuangan JKN stabil, dan semangat solidaritas sosial tetap terjaga,” imbuhnya.

Transformasi Digital dan Inovasi Pelayanan

Di tengah percepatan globalisasi, transformasi digital bukan lagi sekadar pendukung, melainkan pondasi sistem JKN. Digitalisasi diyakini mampu meningkatkan efisiensi, memperluas akses, dan memperkuat tata kelola yang transparan antara BPJS, fasilitas kesehatan (Faskes), dan pemerintah.

Namun, Arief juga mengingatkan adanya tantangan seperti rendahnya literasi digital dan keamanan data. Oleh karena itu, transformasi ini harus dibarengi dengan edukasi publik dan perlindungan data yang ketat.

Guna memastikan keberlangsungan JKN, Arief Supriyono memberikan beberapa poin rekomendasi utama diantaranya:

1. Memastikan masyarakat miskin masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan mengeluarkan masyarakat mampu dari data tersebut.

2. Menjamin seluruh warga Indonesia, termasuk masyarakat adat yang belum memiliki KTP, menjadi peserta aktif JKN.

3. Memastikan akses di Fasilitas Kesehatan (Faskes) mudah, cepat, dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

4. Melibatkan kelompok rentan (perempuan, disabilitas, dan masyarakat miskin) dalam proses pengambilan keputusan.

“Program JKN adalah pilar utama jaminan sosial. Dengan sistem data yang terpadu dan kerja sama multipihak, kita tidak hanya efektif hari ini, tetapi juga mampu mendukung generasi mendatang,” tutup Arief.

Nampak hadir dalam acara tersebut Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan, Seluruh Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan, Deputi Direksi Bidang dan Deputi Direksi Wilayah, Beberapa Kepala Cabang pemenang lomba transformasi digital, Kepala Cabang, Faskes pemenang lomba transformasi digital, termasuk Direktur Utama RS (atau yang mewakili), Kepala Puskesmas, Pimpinan Klinik Pratama, dan DPP (Dokter Praktek Perorangan). (Red)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BKPSDA Tegaskan Dugaan “Absen Lalu Pulang” ASN Pejagan Tak Bisa Ditoleransi

16 Januari 2026 - 10:01 WIB

Bobol Toko Emas, Komplotan Asal Madiun Gasak Ratusan Perhiasan Senilai Rp1 Miliar

16 Januari 2026 - 09:07 WIB

Kapolres Jember Pastikan Pelayanan Samsat Bebas Pungli dan Profesional

16 Januari 2026 - 08:57 WIB

Bangga! 38 Atlet Polri Ukir Prestasi di Sea Games, Kapolri Beri Apresiasi Khusus

16 Januari 2026 - 08:40 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Lokasi Banjir dan Rencana Huntap Polri di Aceh Tamiang

16 Januari 2026 - 08:33 WIB

Gerbong Mutasi Bergulir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Lakukan Sertijab PJU dan Kapolsek

16 Januari 2026 - 08:24 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!