Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 26 Sep 2025 04:40 WIB ·

PERMAHI Aceh Apresiasi Langkah Tegas Polda dalam Bersih-Bersih Tambang Ilegal


 PERMAHI Aceh Apresiasi Langkah Tegas Polda dalam Bersih-Bersih Tambang Ilegal Perbesar

Banda Aceh, Potretrealita.com – Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Cabang Aceh, Rifqi Maulana, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polda Aceh dalam membersihkan praktik tambang ilegal. Pansus DPR Aceh mendapati lebih dari 1.000 unit ekskavator beroperasi secara ilegal, bahkan dengan dugaan adanya setoran rutin Rp30 juta per bulan kepada oknum aparat penegak hukum.

Fakta ini menunjukkan adanya kejahatan terstruktur yang merugikan negara. Karena itu, Rifqi Maulana mendukung penuh langkah Kapolda Aceh untuk menarik alat berat ilegal dan mengusut tuntas oknum yang terlibat, sekaligus mendorong pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai solusi jangka panjang.

Rifqi menegaskan bahwa praktik pertambangan ilegal selama ini telah menimbulkan kerugian besar, baik secara ekologis maupun finansial.

“PERMAHI Aceh mendukung bersih-bersih tambang ilegal. Hukum harus ditegakkan, tetapi di sisi lain rakyat juga perlu diberikan ruang legal melalui WPR agar dapat bekerja tanpa harus berhadapan dengan kriminalisasi,” ujar Rifqi.

Menurutnya, kehadiran WPR menjadi solusi kompromi yang adil: masyarakat tetap bisa mencari nafkah secara sah, sementara negara memperoleh pemasukan melalui pendapatan asli daerah (PAD), serta lingkungan tetap dapat dikendalikan melalui mekanisme pengawasan.

PERMAHI Aceh juga mendorong Pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk segera menindaklanjuti proses pengusulan blok WPR dengan koordinat yang jelas, transparan, serta melibatkan akademisi, aktivis lingkungan, dan masyarakat sipil.

“Jangan sampai WPR hanya menjadi legalisasi tambang ilegal atau dinikmati segelintir pihak. Prinsip good governance harus dikedepankan,” tambah Rifqi.

PERMAHI Aceh berkomitmen terus mengawal isu pertambangan rakyat agar keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Aceh tetap terjamin. (Sjai)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Apresiasi Dedikasi Petugas Kebersihan, Cleaning Service RS Ibnu Sina Gresik Gelar Gathering Bersama Keluarga ke Yogyakarta

8 November 2026 - 10:02 WIB

Sasar Berbagai Profesi, Peredaran Narkoba di Lamongan Terbongkar dalam 17 Kasus

8 November 2026 - 09:57 WIB

“Tertibkan Kotanya, Jangan Matikan Dapur”, Cakra Muda Siap Kritik Kebijakan Penataan PKL Surabaya

8 November 2026 - 09:52 WIB

Hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Tanjung Perak Tindak 15 Kendaraan Besar Pelanggar Jam Operasional

7 November 2026 - 13:55 WIB

Sambut Hari Pahlawan 2026, Polrestabes Surabaya Pasang 1.000 Alarm Motor Gratis dan Bagikan Makan Siang

7 November 2026 - 13:47 WIB

Razia Gabungan di Gresik Jaring 29 Orang, Hasil Skrining Temukan Positif HIV dan Sifilis

7 November 2026 - 13:40 WIB

Trending di Gresik
error: Content is protected !!