Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Mojokerto · 19 Sep 2025 01:23 WIB ·

Misteri Pemerasan dalam Kasus Narkoba Terungkap di Polres Kabupaten Mojokerto


 Misteri Pemerasan dalam Kasus Narkoba Terungkap di Polres Kabupaten Mojokerto Perbesar

Mojokerto, Potretrealita.com – Dugaan praktik pemerasan dalam penanganan perkara narkoba di Polres Kabupaten Mojokerto mencuat ke publik. Kasus ini menyeret nama Abdul Somat, pria asal Bangkalan, Madura, yang kini berdomisili di Kecamatan Krian, Sidoarjo. Ia menjadi korban dalam insiden pada 7 Agustus 2025.

Somat yang awalnya hanya mengirimkan lokasi kepada rekannya, justru dituduh sebagai pengguna pil dobel L atau pil koplo. Setelah diamankan, ia dibawa ke Mako Polres tanpa menjalani tes urin. Sangat disayangkan, terduga tersangka justru diarahkan untuk menjalani rehabilitasi tanpa melalui proses asesmen dan tanpa adanya hasil tes urin yang seharusnya menjadi dasar penanganan hukum.

“Somat itu saya tanyai betul-betul, memang dia tidak memakai barang terlarang, tetapi disuruh mengakui oleh pihak Polisinya,” ujar paman Somat.

Paman Somat juga mengungkap pertemuannya dengan seorang pengacara berinisial Ibu W di Mako Polres. Dalam pertemuan itu, ia diminta menyerahkan uang agar Somat bisa bebas. Awalnya diminta Rp10 juta, namun setelah negosiasi disepakati Rp8 juta. Sementara itu, rekan Somat bernama Uje juga harus membayar Rp15 juta untuk bisa keluar.

Selain itu, paman Somat menyebut dirinya diminta mengisi sejumlah data formalitas di Polres dengan dalih rehabilitasi. Ia menambahkan, seorang wanita yang ikut ditangkap bersama Somat juga dibebaskan pada 10 Agustus bersama Uje, sementara Somat baru dibebaskan sehari kemudian, 11 Agustus 2025.

Kasus ini menyingkap dugaan adanya pemerasan oleh oknum aparat. Padahal, berdasarkan hukum yang berlaku, penyalahgunaan pil koplo diatur dalam Pasal 62 Undang-Undang No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga lima tahun serta denda maksimal Rp100 juta.

Masyarakat mendesak agar kasus ini ditangani secara transparan demi menjaga integritas kepolisian dan memulihkan kepercayaan publik. (Red)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hari Pertama Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Tanjung Perak Kedepankan Edukasi dan Keselamatan Berlalu Lintas

26 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Polrestabes Surabaya Gerebek Kos di Bogen, 40 Paket Sabu Siap Edar Diamankan

26 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Tanggap Kemarau Panjang, Polres Sampang Distribusikan 120 Ribu Liter Air Bersih

26 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Polri Bergerak! 200 Personel Brimob Diterjunkan Padamkan Karhutla di Kaltim dan Kalteng

26 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Lewat Minggu Kasih, Kapolres Tanjung Perak Ajak Jemaat Gereja Bijak Bermedia dan Jaga Kerukunan

26 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Razia Malam Polres Pacitan, 10 Pasangan Terjaring Pemeriksaan di Empat Lokasi

26 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!