Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 31 Agu 2025 09:26 WIB ·

PJS Jatim Kecam Keras Aksi Anarkis dan Perusakan Cagar Budaya


 PJS Jatim Kecam Keras Aksi Anarkis dan Perusakan Cagar Budaya Perbesar

Surabaya, Potretrealita.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Jawa Timur, M. Markus, menyatakan keprihatinan yang mendalam
dan menyayangkan terhadap maraknya aksi anarkis dan perusakan cagar budaya yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur.

Menurut Markus, aksi yang tidak bertanggung jawab ini tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga tercatat di sejumlah daerah seperti Malang, Kediri, Blitar, dan wilayah lainnya.

Ia menegaskan bahwa pelaku aksi perusakan ini mengatasnamakan pendemo, namun memiliki tujuan yang menyimpang.

“Sangat menyedihkan karena ulah mereka yang mengatasnamakan pendemo namun bertujuan hanya merusak dan anarkis di lokasi,” ujar Markus dalam pernyataannya yang diterima redaksi, pada Minggu Selasa (31/08).

Markus mengingatkan semua pihak, khususnya oknum-oknum tertentu dalam aksi unjuk rasa, untuk menyadari esensi dari demonstrasi yang sesungguhnya. Peserta demonstrasi, tegasnya, hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, bukan untuk berkonfrontasi dengan aparat.

“Sadarlah para oknum, bahwa peserta demo adalah menyampaikan aspirasi masyarakat bukan musuh polisi,” serunya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengajak semua elemen untuk memahami peran kepolisian di lapangan. Rekan-rekan polisi, kata dia, bertugas untuk menjaga ketertiban dan mencegah kekacauan sesuai dengan perintah yang berlaku.

“Begitu juga harus sadar bahwa rekan-rekan Polisi yang menjalankan tugas di lapangan sesuai dengan perintah dan menertibkan agar tidak anarkis,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Markus menyerukan agar semua pihak dapat menjaga fokus pada penyampaian aspirasi.

Insiden dan kekerasan, lanjutnya, hanya akan menciptakan masalah baru dan justru mengaburkan tujuan utama dari diselenggarakannya demonstrasi.

“Maka fokus saja ke aspirasi yang disampaikan jangan sampai dengan insiden yang terjadi menambah masalah baru dan terabaikan tujuan inti dari demonstrasi,” pungkasnya.

Pihaknya juga berharap, semua elemen dapat meredam tensi dan mencegah terulangnya kembali aksi-aksi vandalisme yang merugikan, merusak fasilitas umum, dan terutama merusak warisan sejarah dan budaya bangsa. (Red)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolres Mojokerto Kota Turun Langsung Patroli, 150 Personel Disiagakan Amankan Perayaan Paskah 2026

5 April 2026 - 13:59 WIB

Operasi Ketupat Semeru 2026 di Tanjung Perak Sukses, Kecelakaan Turun 42,86 Persen, Nihil Korban Jiwa

5 April 2026 - 13:55 WIB

Akhir Pelarian NK, Tersangka Penipuan Arisan Lintas Negara Digelandang ke Trenggalek

5 April 2026 - 13:50 WIB

Ratusan Personel Dikerahkan, Polres Malang Amankan Rangkaian Ibadah Paskah 2026 Berjalan Kondusif

5 April 2026 - 13:45 WIB

Bejat di Tempat Suci! Penjual Pentol Cabuli Bocah di Toilet Masjid Agung Gresik, Nyaris Diamuk Massa

5 April 2026 - 13:40 WIB

Ketua Umum KJJT Meninggal Dunia, Potretrealita.com Sampaikan Duka Mendalam

5 April 2026 - 08:01 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!