Surabaya, potretrealita.com — Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba di Jalan Kunti, Surabaya, memasuki babak baru. Usai penggerebekan besar-besaran oleh Polda Jawa Timur pekan lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung merumuskan formula pemulihan kawasan secara komprehensif, mulai dari pembersihan fisik bangunan hingga suntikan modal ekonomi bagi warga setempat.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan yang sebelumnya digelontorkan di kawasan tersebut kerap menemui jalan buntu akibat masih bercokolnya sindikat narkotika. Kini, setelah aparat kepolisian berhasil melumpuhkan jaringan tersebut, pihak pemkot bergerak cepat untuk mengisi kekosongan ruang sosial-ekonomi.
“Dulu intervensi ekonomi belum maksimal karena ruang gerak bandar masih ada. Sekarang, fokus kami adalah memastikan warga, khususnya ibu-ibu dan anak-anak muda, punya kegiatan produktif. Kami siapkan pelatihan kerja hingga penyediaan modal usaha agar mereka bergerak secara mandiri,” ungkap Eri Cahyadi, Selasa (20/10/2026).
Tidak hanya menyasar aspek pemberdayaan UMKM dan pelatihan keterampilan, langkah penertiban fisik juga menjadi prioritas. Berdasarkan penelusuran pemkot bersama pihak berwenang, ditemukan aset lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kerap disalahgunakan oleh bandar narkoba sebagai tempat persembunyian maupun transaksi. Sebagai langkah preventif permanen, bangunan tersebut dijadwalkan segera dirobohkan atas koordinasi dengan PT KAI.
Di sisi lain, Wali Kota Eri menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Polda Jatim atas keberhasilan membongkar sarang hitam di kampung tersebut. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Surabaya untuk bersatu padu menjaga lingkungan masing-masing dari rongrongan barang haram.
Langkah ini menyambung program berkelanjutan Pemkot Surabaya sebelumnya, seperti pendataan kependudukan secara berkala demi mewujudkan mimpi mengubah wajah Jalan Kunti menjadi “Kampung Bersinar” (Bersih Narkoba). Dengan hadirnya alternatif mata pencaharian yang sah dan hilangnya titik-titik rawan kejahatan, pemkot optimistis kawasan ini dapat bangkit menjadi wilayah yang produktif dan aman. (Mul)











