Surabaya, potretrealita.com — Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia (PERLOKI) bersama para pelaku usaha UMKM dan pedagang kaki lima di Jawa Timur dijadwalkan akan menggelar aksi penyampaian aspirasi damai. Aksi ini rencananya akan dilangsungkan pada Senin, 12 Oktober 2026 (bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur), mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan No. 110, Surabaya.
Menanggapi rencana aksi tersebut, Aba Edy Macan, salah satu figur sentral dan penggerak massa, memberikan pernyataan keras serta seruan terbuka kepada Gubernur Jawa Timur agar turun langsung menemui rakyatnya.
”Di mana Gubernur kita? Kok tidak pernah turun? Dilirik saja gubernur Jawa Timur ini, ya apa? Kang Dedi Mulyadi itu contoh gubernur yang baik, siapa rakyat Indonesia yang tidak tahu Gubernur Jawa Barat? Ya! Ayo coba!” seru Aba Edy Macan dalam video pernyataannya, membandingkan responsivitas kepala daerah.
Aba Edy Macan menegaskan bahwa aksi ini digelar karena keresahan para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang merasa semakin tertindas di tengah himpitan ekonomi saat ini. Ia mengajak seluruh pedagang kaki lima dan pengusaha UMKM di wilayah sekitar untuk merapatkan barisan menyatukan suara.
”Kami mengimbau kepada semua pedagang kaki lima dan pelaku usaha UMKM, besok hadir di JMP (Jembatan Merah Plaza) di Taman Lama Surabaya jam 10 kita merapat, kita satukan suara kita,” ajak Aba Edy Macan.
”Biar gubernur ini kerungu (terdengar) gitu loh, biar tahu gubernur ini. Jangan ocol (hanya) dilebel-lebel tok (saja) gubernur, tapi aspirasi masyarakat ini kalau tidak mau menemui besok, saya pastikan Edy Macan lebih daripada itu yang akan turun,” tegasnya memperingatkan.
Dalam aksi damai ini, PERLOKI membawa lima tuntutan pokok yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur:
1- Menagih janji Gubernur Jawa Timur untuk memperbanyak lapangan pekerjaan di Jawa Timur.
2- Menuntut Gubernur Jawa Timur memberikan perlindungan hukum terhadap pedagang rokok lokal.
3- Menuntut pendampingan terhadap pengusaha rokok lokal se-Jawa Timur terkait persoalan pita cukai.
4- Meminta agar penindakan tidak hanya difokuskan pada pedagang kecil yang sedang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.
5- Menuntut adanya solusi konkret bagi keberlangsungan usaha rokok lokal.
PERLOKI berharap momentum Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ini dapat membuka mata dan hati pimpinan daerah untuk mendengarkan langsung jeritan suara rakyat kecil demi tercapainya kesejahteraan dan perlindungan hukum yang berkeadilan. (Mul)











