Jakarta, potretrealita.com — Tim Nasional Indonesia berhasil mengamankan hasil imbang tanpa gol, 0-0, saat berhadapan dengan Malaysia dalam laga sengit lanjutan ajang FIFA ASEAN Cup, Senin (20/9/2026). Usai pertandingan, kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, memberikan evaluasi terbuka mengenai jalannya pertandingan, khususnya ujian berat yang dihadapi Skuad Garuda saat harus tampil dengan jumlah pemain berkurang.
Dalam sesi wawancara pasca-laga, Kevin mengakui pertandingan berjalan sangat menantang. Meski sejak awal tim menargetkan kemenangan, dinamika permainan berubah drastis setelah Thom Haye menerima kartu merah pada babak pertama.
Meski demikian, sang kapten tegas membela rekan setimnya itu. Kevin meminta masyarakat dan pendukung agar tidak menyalahkan Thom Haye secara sepihak, mengingat peristiwa di lapangan adalah bagian dari risiko sepak bola yang bisa dialami siapa saja.
“Sepak bola penuh kejutan dan situasi sulit. Kami harus melindunginya sebagai satu kesatuan tim dan fokus pada evaluasi pertandingan berikutnya,” ujar Kevin Diks.
Kevin menyatakan kebanggaan atas mentalitas dan semangat juang seluruh pemain. Skuad Garuda terpaksa berjuang mempertahankan pertahanan dengan hanya 10 pemain selama kurang lebih 60 menit pertandingan.
Di sisi lain, Kevin juga secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah aspek kepemimpinan di lapangan yang dinilainya belum ideal, sehingga turut memengaruhi ritme permainan serta penerapan instruksi pelatih.
Meski harus berbagi angka dengan rival serumpun, Indonesia tak memiliki banyak waktu untuk merenungi hasil ini. Tim langsung mengalihkan fokus penuh menuju pertandingan selanjutnya melawan Bangladesh.
Kevin Diks menegaskan bahwa sasaran utama Skuad Garuda pada laga berikutnya adalah memperbaiki performa lini serang, memaksimalkan setiap peluang, dan mencetak gol demi meraih hasil maksimal. Dukungan serta doa dari seluruh masyarakat dan suporter sangat diharapkan untuk mengarungi sisa perjalanan turnamen ini. (Mul)











