Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 20 Sep 2026 07:44 WIB ·

Kedatangan Petugas Gabungan di Pasar Buah Tanjungsari Tuai Tanda Tanya Pedagang


 Kedatangan Petugas Gabungan di Pasar Buah Tanjungsari Tuai Tanda Tanya Pedagang Perbesar

Surabaya, potretrealita.com – Kedatangan petugas gabungan di kawasan Pasar Buah Tanjungsari pada Sabtu, 19 September 2026, menuai tanda tanya dari kalangan pedagang.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 20.38 WIB, ketika seorang pria yang tidak dikenal terlihat mengambil foto-foto di sekitar kawasan pasar. Pihak pedagang dan keamanan kemudian menegur serta menanyakan maksud kedatangannya.

Namun, pria tersebut disebut tidak memberikan penjelasan mengenai identitas maupun kepentingannya. Setelah diminta membuka masker, yang bersangkutan justru meninggalkan lokasi.

Tidak lama kemudian, petugas gabungan datang ke kawasan pasar dan melakukan pengambilan foto. Ketika ditanya mengenai tujuan kedatangan mereka, pihak pasar mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas.

Petugas kemudian meninggalkan lokasi.

Kondisi tersebut membuat pedagang mempertanyakan apakah kegiatan tersebut berkaitan dengan rencana penertiban atau kepentingan tertentu terhadap aktivitas perdagangan di kawasan pasar.

Pasar Adalah Jantung Ekonomi Rakyat

Bagi pedagang, pasar bukan sekadar tempat berjualan. Di balik setiap lapak terdapat keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil perdagangan.

Karena itu, mereka meminta pemerintah tidak mengambil kebijakan yang berpotensi mematikan mata pencaharian masyarakat kecil.

“Pasar adalah jantung ekonomi negara. Rakyat butuh makan, rakyat butuh pekerjaan. Jangan bunuh kami atas nama Perwali,” menjadi suara keresahan yang disampaikan pedagang.

Mereka juga mempertanyakan apakah kondisi tersebut merupakan bagian dari kepentingan tertentu.

“Apakah ini pesanan oligarki?” demikian pertanyaan yang muncul dari kalangan pedagang yang merasa khawatir terhadap keberlangsungan usaha mereka.

Pedagang berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan dan membuka ruang dialog sebelum mengambil langkah yang berdampak terhadap kehidupan mereka.

Mereka juga menyerukan agar tidak terjadi perlakuan berbeda terhadap masyarakat kecil.

“Jangan cekik rakyat kecil dengan tangan besimu. Jangan sampai hukum pemerintah tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” tegas aspirasi pedagang.

Mereka meminta Pemerintah Kota Surabaya mengedepankan dialog, kemanusiaan, dan solusi dalam setiap kebijakan yang menyangkut keberlangsungan ekonomi rakyat kecil.

Sebab, bagi pedagang, yang dipertaruhkan bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga nafkah keluarga dan masa depan anak-anak mereka.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi mengenai tujuan kedatangan dan pengambilan foto di kawasan Pasar Buah Tanjungsari. (Niman)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bentrok Dua Kelompok di Candi Lontar Surabaya, Polisi Amankan 7 Tersangka

20 September 2026 - 08:32 WIB

Tetap Guyub dan Seduluran, KATAR Blaukid Era 80-an Gelar Reuni di Pasuruan

20 September 2026 - 07:59 WIB

Jalan Gelap di Krian Jadi Sarang Gengster, 3 Pemuda Dikeroyok Saat Berboncengan Beli Rokok

20 September 2026 - 07:48 WIB

Jangan Tunggu Narkotika Masuk Lingkungan, GSN Perkuat Edukasi P4GN di Desa Tanggul

19 September 2026 - 16:31 WIB

Perjusa Spenfora 2026 Digelar, Tanamkan Kemandirian dan Semangat Kebersamaan Siswa SMPN 4 Surabaya

19 September 2026 - 15:48 WIB

Peringati Maulid Nabi, Majelis Dzikir Sholawat As Sakinah Hadirkan Habaib dan Kiai

19 September 2026 - 15:42 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!