Surabaya, potretrealita.com – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H kembali menggema di kawasan Cumpat Kulon Baru, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Kamis (10/9/2026). Warga, tokoh agama, pengurus kampung, serta para donatur bersatu dalam kegiatan Gebyar Santunan Anak Yatim yang rutin digelar, menghadirkan suasana penuh syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Nuansa Religius dan Kekeluargaan
Sejak sore, jamaah mulai berdatangan memenuhi lokasi acara. Lantunan shalawat yang dibawakan oleh Hadroh Mamba’us Salam di bawah pimpinan Syaibani Ilham membuka rangkaian kegiatan dengan khidmat. Irama hadroh yang menggema menambah kekhusyukan, mengingatkan jamaah pada teladan Nabi Muhammad SAW.
Acara dipandu langsung oleh Syaibani Ilham yang mengatur jalannya kegiatan mulai dari pembacaan shalawat, tausiah keagamaan, hingga doa bersama. Ustadz Fadli tampil sebagai pengasuh sekaligus pembimbing, memimpin doa yang ditujukan bagi para leluhur, sesepuh, orang tua, saudara, serta keluarga donatur yang telah wafat. Doa juga dipanjatkan agar seluruh pihak yang hadir senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, dan kemudahan dalam segala urusan.
Momentum berbagi menjadi inti acara. Sebelum santunan utama berupa beras dan tali asih dibagikan, panitia terlebih dahulu menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yatim dan peserta kegiatan. Santunan kemudian disalurkan dalam bentuk beras serta amplop tali asih yang dihimpun dari keikhlasan para donatur.
Kemeriahan semakin terasa dengan adanya undian doorprize. Seluruh peserta berkesempatan membawa pulang hadiah yang telah disiapkan panitia, menambah suasana gembira dan mempererat kebersamaan.
Kegiatan ini tidak hanya digerakkan oleh para pengasuh, tetapi juga berkat kolaborasi lintas pihak. Ustadz Masruhin (Cak Empu) bersama Cak Mus, Pemimpin Redaksi mediabarometer.net, turut menjadi motor penggerak acara. Dukungan warga setempat, pengurus kampung, kerabat, rekan, dan handai taulan semakin memperkuat keberlangsungan kegiatan sosial ini.
Keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian sosial tumbuh dari kebersamaan. Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga tradisi berbagi dan silaturahmi.
Dalam tausiah singkatnya, Ustadz Fadli menegaskan bahwa santunan anak yatim adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sesama. “Semoga kegiatan ini terus istiqamah, semakin banyak yang tergerak untuk berbagi, dan semakin erat tali silaturahmi kita. Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi pengingat untuk meneladani akhlak beliau, memperbanyak shalawat, peduli kepada sesama, dan senantiasa bersyukur,” ujarnya.
Gebyar Santunan Anak Yatim bukan hanya agenda tahunan dalam rangka Maulid Nabi, melainkan kegiatan sosial rutin yang digelar setiap Kamis Kliwon malam Jumat Legi di Cumpat Kulon Baru I/88, Surabaya. Tradisi ini telah menjadi wadah silaturahmi, doa bersama, dan berbagi kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.
Dengan dukungan para donatur, pengasuh, pembimbing, hadroh, warga setempat, dan pengurus kampung, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut. Bukan hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menebarkan kasih sayang, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
Semarak Maulid Nabi 1448 H di Cumpat Kulon menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari tradisi keagamaan yang dijalankan dengan penuh keikhlasan. Santunan anak yatim, bingkisan, dan doorprize bukan sekadar simbol berbagi, melainkan wujud nyata kebersamaan yang menghadirkan kebahagiaan, keberkahan, dan harapan baru bagi masyarakat. (Mul)











