Surabaya, potretrealita.com — 7 September 2026. Kediaman Bapak H. Muhdori di Jl. Simolawang Kalimir 28B, Surabaya, pada Senin malam Selasa (7/9/2026) menjadi pusat perhatian warga sekitar. Rumah beliau dipenuhi jamaah yang datang untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah tradisi keagamaan yang rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Acara dimulai selepas salat Isya dengan sambutan hangat dari tuan rumah. Kehadiran para tokoh agama — mulai dari Kiyai, Ustadz, hingga tokoh masyarakat setempat — menambah khidmat suasana. Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak dan remaja pun turut hadir, menjadikan peringatan ini sebagai momentum lintas generasi untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh makna. Setelah pembacaan salam, jamaah bersama-sama melantunkan sholawat, menciptakan atmosfer religius yang menyentuh hati. Tausiyah yang disampaikan oleh para ustadz menekankan pentingnya meneladani sifat amanah, jujur, dan kasih sayang Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral tersebut disambut antusias oleh jamaah, yang terlihat menyimak dengan penuh perhatian.
Selain aspek spiritual, peringatan ini juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga. Banyak warga yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk saling menyapa, berbincang, dan memperkuat hubungan sosial. Kehangatan keluarga besar H. Muhdori dalam menyambut tamu semakin menambah rasa kebersamaan.
Suasana kebersamaan tampak jelas sepanjang acara. Jamaah duduk berbaur tanpa sekat, menikmati hidangan sederhana yang disediakan tuan rumah sebagai bentuk syukur. Anak-anak terlihat ceria mengikuti lantunan sholawat, sementara para orang tua larut dalam doa dan dzikir.
Peringatan Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Surabaya. Tradisi semacam ini diyakini mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan, memperkuat iman, serta menjadi teladan bagi generasi muda untuk terus melestarikan tradisi keagamaan yang penuh makna.
H. Muhdori dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para tamu. “Semoga acara ini membawa berkah, memperkuat iman kita, dan menjadikan kita lebih dekat dengan teladan Rasulullah SAW,” ujarnya singkat.
Dengan berakhirnya acara pada larut malam, jamaah pulang dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur. Peringatan Maulid Nabi di kediaman H. Muhdori tahun ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi keagamaan masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat Surabaya. (Mul)











