Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Nasional · 1 Sep 2026 14:41 WIB ·

159 Santri Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo


 159 Santri Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Perbesar

Sidoarjo, potretrealita.com — Dugaan keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Ratusan santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi sementara yang dihimpun hingga Selasa malam menunjukkan sedikitnya 159 santri telah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Data sementara pukul 20.35 WIB mencatat:

1. RSUD Notopuro Sidoarjo: 80 pasien
2. RS Delta Surya: 13 pasien
3. RS Siti Hajar: 30 pasien
4. RS Pusura: 9 pasien
5. Aska Medika: 9 santri
6. RS Siti Fatimah Tulangan: 12 santri
7. RS Pusdik Porong: 5 santri

Total sementara mencapai 159 pasien/santri.

Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung.

Kronologi Kejadian

Dugaan keracunan bermula setelah para santri menerima dan mengonsumsi makanan MBG pada Selasa siang. Berdasarkan keterangan pengasuh pesantren yang diberitakan Suara Surabaya, para santri menyantap makanan tersebut setelah salat Zuhur.

Keluhan kesehatan mulai muncul memasuki waktu salat Asar. Sejumlah santri dilaporkan mengalami mual, muntah dan sakit perut. Pada awalnya, korban ditangani melalui pos kesehatan pesantren.

Namun, jumlah santri yang mengalami keluhan terus bertambah. Kondisi semakin mengkhawatirkan menjelang sore hingga malam hari sehingga sejumlah santri kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut laporan di lapangan, sekitar pukul 17.00 WIB sedikitnya 25 santri mengalami kondisi lebih berat dan kemudian dirujuk ke rumah sakit. Setelah itu, proses evakuasi terus dilakukan seiring bertambahnya santri yang mengalami keluhan.

Menu MBG yang Dikonsumsi

Menu MBG yang dikonsumsi para santri disebut berasal dari SPPG Desa Kalitenggah.

Menu tersebut terdiri dari:

– Nasi putih
– Telur orak-arik
– Tempe bumbu Bali
– Tumis buncis
– Baby corn atau jagung muda
– Apel

Di Ponpes Manba’ul Hikam sendiri terdapat sekitar 440 penerima manfaat atau ompreng yang mendapatkan menu MBG tersebut.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan jenis makanan atau bahan tertentu yang menjadi penyebab munculnya gangguan kesehatan. Dugaan keracunan masih memerlukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut oleh instansi berwenang.

Ponpes Dijaga TNI, Evakuasi dan Penanganan Berlangsung

Situasi di lingkungan Ponpes Manba’ul Hikam sempat dipenuhi aktivitas evakuasi. Sejumlah ambulans keluar-masuk membawa santri menuju fasilitas kesehatan.

Personel TNI juga terlihat melakukan penjagaan di kawasan pesantren untuk membantu pengamanan dan mendukung proses penanganan serta evaluasi korban.

Sejumlah orang tua atau wali santri juga terlihat berkumpul di sekitar pesantren untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi anak-anak mereka.

Sementara itu, pihak pemerintah daerah bersama unsur terkait turun melakukan pemantauan terhadap kondisi para santri.

Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut pelaksanaan program MBG dan melibatkan ratusan penerima manfaat.

Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu munculnya gejala setelah makanan dikonsumsi. Diperlukan pemeriksaan medis terhadap korban serta pengujian sampel makanan dan bahan pangan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Karena itu, seluruh pihak diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan makanan tertentu sebagai penyebab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi resmi keluar.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta pihak penyelenggara MBG untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dan mengetahui sumber gangguan kesehatan secara tepat.

Hingga Selasa malam, proses pendataan korban dan penanganan medis masih berlangsung. Jumlah pasien juga masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi dan pemeriksaan terhadap para penerima manfaat lainnya. (Blkon)

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RDP di DPRD Jatim, SATRIA Desak MBG Dihentikan Total dan Ubah Skema

10 September 2026 - 10:43 WIB

Alphard Tabrak 9 Kendaraan di Menur Pumpungan, Pengemudi Diamuk Massa

10 September 2026 - 07:57 WIB

Jaring Aspirasi Warga, Kapolres Tanjung Perak Gelar Cangkrukan Kamtibmas di Sidotopo

9 September 2026 - 16:39 WIB

Demi Masa Depan RA, Kapolres Gresik Gandeng Keluarga dan Yayasan untuk Pemulihan

9 September 2026 - 16:34 WIB

Pesan Upal via Facebook, Tiga Tersangka Jaringan Uang Palsu Diciduk Polisi

9 September 2026 - 16:30 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Abah Rosy Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah SAW

9 September 2026 - 13:18 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!