Menu

Mode Gelap
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Dengar Aspirasi Warga Tanah Kali Kedinding Saat Jum’at Curhat Tim Jihandak Brimob Polda Jatim Evakuasi Temuan Granat Nanas Di Desa Talkandang Situbondo Patroli Samapta Berbagi Bantu 20 Sak Semen Untuk Pembangunan Masjid At Taqwa Situbondo 950 Personel Gabungan Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Amankan Demo Ojol Berkas Penggelapan Honor BPD Karang Gayam Masuk Kejari, L-KPK Apresiasi Kinerja Polres Sampang

Kriminal · 18 Agu 2026 16:23 WIB ·

Pemuda 22 Tahun Diduga Cabuli Anak Tunanetra Berulang Kali di Panti Asuhan Surabaya, Kini Ditahan Polisi


 Pemuda 22 Tahun Diduga Cabuli Anak Tunanetra Berulang Kali di Panti Asuhan Surabaya, Kini Ditahan Polisi Perbesar

Surabaya, potretrealita.com — Kepolisian Resor Polrestabes Surabaya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial MSN (22 tahun), yang diduga melakukan kekerasan seksual secara berulang terhadap seorang anak berkebutuhan khusus.

Korban, berinisial S.K. (14 tahun), merupakan penyandang tunanetra sejak lahir. Bersama saudaranya, korban tinggal di Panti Asuhan Baitul Yatim, Jalan Raya Sari Tama, Kecamatan Tandes, Surabaya, sejak tahun 2016. Korban dititipkan di panti oleh ibunya yang bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.

Berdasarkan keterangan Kasihumas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, atas nama Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfi Sulistiawan, tersangka adalah anak kandung pengelola panti asuhan tempat korban tinggal. Perbuatan bejat itu berlangsung sejak akhir 2024 hingga Juni 2026.

“Pelaku memanfaatkan kedekatan hubungan dan berdalih meminjamkan gawai kepada korban. Aksi tersebut dilakukan berulang kali di lingkungan panti asuhan. Tersangka juga diduga mengancam korban dengan kekerasan fisik hingga ancaman pembunuhan jika korban berani bercerita kepada orang lain,” ungkap AKP Hadi, Selasa (18/8/2026).

Kasus ini terbongkar pada pertengahan Juli 2026, ketika kakak korban tanpa sengaja menemukan rekaman video perbuatan tersangka di dalam perangkat gawai milik pelaku. Temuan itu segera dilaporkan kepada ibu korban. Keluarga kemudian menjemput korban dan kakaknya dari panti, sebelum melapor resmi ke Polrestabes Surabaya.

Penyidik bergerak cepat mengumpulkan bukti, termasuk pemeriksaan medis terhadap korban. Barang bukti yang disita meliputi satu unit gawai Infinix GT 30 Pro milik tersangka dan sebuah flashdisk berkapasitas 16 GB yang berisi rekaman video terkait peristiwa tersebut.

“Kami memastikan proses hukum berjalan tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku kejahatan terhadap anak,” tegas AKP Hadi.

Unit PPA Polrestabes Surabaya menegaskan bahwa penyidikan dilakukan secara profesional dengan tetap memprioritaskan perlindungan psikologis dan hak-hak korban, mengingat korban adalah anak di bawah umur sekaligus penyandang disabilitas.

Saat ini tersangka telah ditahan dan akan dipertanggungjawabkan secara hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Mul)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

“Berani Bicara Selamatkan Sesama”, Kapolda Jatim Dorong Warga Lawan Kekerasan dan TPPO

15 September 2026 - 14:26 WIB

Modus Tak Lazim! 10,8 Kg Ganja Disembunyikan dalam Tangki Vespa, Terbongkar di Gudang Ekspedisi Gresik

15 September 2026 - 14:18 WIB

Terungkap! 5 Kg Sabu Diselundupkan Lewat Tanjung Perak, Pengendali Diduga Napi

15 September 2026 - 14:09 WIB

Deteksi Dini TBC, Rutan Kelas I Surabaya Gelar Skrining Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis

15 September 2026 - 11:01 WIB

Tindakan Disnaker GRESIK Ke SEMPOA YES Menganti Dikritik: Dugaan Dinilai Loyo Dan Kurang Tegas

14 September 2026 - 14:20 WIB

Kapolri Dorong Pekerja Tingkatkan Kompetensi dan Penguasaan Teknologi

14 September 2026 - 13:06 WIB

Trending di Nasional
error: Content is protected !!