Surabaya, potretrealita.com — Dunia hukum dan gerakan sosial Indonesia tengah berduka. Lawyer senior sekaligus inisiator gerakan “No Viral No Justice”, H. Muhammad Sholeh, S.H., atau yang akrab disapa Cak Sholeh, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 03.30 WIB akibat sakit.
Kabar kepergian almarhum pertama kali tersiar melalui unggahan resmi keluarga besar No Viral No Justice di media sosial. Pihak keluarga menyampaikan duka mendalam serta memohon doa agar almarhum husnul khatimah.
”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa duka ini.”
Semasa hidupnya, Cak Sholeh dikenal sebagai sosok pengacara berdedikasi tinggi yang low profile namun sangat vokal dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil. Selama puluhan tahun berkecimpung di dunia hukum, beliau kerap mendampingi kasus-kasus rakyat jelata yang termarjinalkan, dengan mengedepankan pendekatan yang sederhana tetapi penuh integritas.
Namanya semakin melekat di hati publik lewat gerakan “No Viral No Justice” yang didirikannya. Gerakan ini lahir sebagai bentuk kritik tajam sekaligus simbol perlawanan terhadap realitas penegakan hukum di tanah air, di mana keadilan sering kali harus menunggu viral terlebih dahulu di media sosial agar mendapat perhatian aparat penegak hukum. Melalui gerakan ini, Cak Sholeh konsisten menyuarakan bahwa keadilan substantif adalah hak setiap warga negara, tanpa harus bergantung pada sorotan publik semata.
Selain aktif di ruang sidang dan ruang publik sebagai advokat rakyat, Cak Sholeh juga dikenal luas sebagai mentor yang dermawan ilmu bagi para pengacara muda. Ia kerap menanamkan nilai-nilai keberanian moral, kejujuran, dan empati sosial yang tinggi dalam menjalankan profesi hukum.
Kepergian Cak Sholeh meninggalkan duka yang teramat dalam bagi keluarga, rekan-rekan sejawat, para aktivis, serta masyarakat luas yang pernah merasakan uluran tangan dan kepeduliannya. Indonesia kehilangan salah satu figur terbaiknya yang tidak hanya berjuang melalui pasal-pasal hukum, tetapi juga turun tangan langsung membela suara-suara yang terpinggirkan.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Keluarga Besar Media Potretrealita.com turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga segala amal ibadah, dedikasi, dan kebaikan almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, serta diberikan tempat yang mulia di sisi-Nya. Amin ya rabbal ‘alamin. (Red)











