Surabaya, Potretrealita.com – Organisasi Masyarakat Gerakan Pemuda Aktivis Rukun Daerah (GARUDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat yang mengalami kendala akses pelayanan kesehatan. Pada Senin (29/6/2026),
Ormas GARUDA mendampingi Ibu Muslimah, warga Desa Laodan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, dalam proses rujukan rawat inap dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Sampang, menuju RSUD Dr. Soetomo.
Ibu Muslimah diketahui menderita kanker payudara yang membutuhkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter spesialis. Proses pendampingan dilakukan untuk memastikan seluruh administrasi rujukan berjalan lancar sehingga pasien dapat segera memperoleh perawatan yang dibutuhkan.
Divisi Kesehatan GARUDA yang dipimpin Fausi bersama jajaran pengurus turut mengawal seluruh proses sejak di Kabupaten Sampang hingga pasien diterima di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Berdasarkan keterangan GARUDA, pasien akhirnya mendapatkan pelayanan yang baik dan langsung menjalani perawatan lebih intensif.
Ketua Umum GARUDA, H. Rosuli, menegaskan organisasinya akan terus hadir membantu masyarakat Jawa Timur, khususnya warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan maupun pendidikan akibat kendala administrasi.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai persoalan administrasi menghambat warga mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Bang Yosi juga menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam persoalan kesehatan. Menurutnya, kehadiran organisasi masyarakat harus memberikan manfaat nyata, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Kontribusi GARUDA melalui Divisi Kesehatan dinilai menjadi bentuk kepedulian sosial yang membantu mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu maupun warga yang mengalami kendala administrasi. Pendampingan seperti ini diharapkan dapat menjadi jembatan agar pasien memperoleh pelayanan medis yang layak sesuai haknya.
Meski demikian, upaya pendampingan oleh organisasi masyarakat juga menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan idealnya dapat diperoleh setiap warga secara mudah, cepat, dan tanpa hambatan administrasi yang berlarut, sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan. (Red)











