Surabaya, Potretrealita.com – Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dikenal sebagai spesialis parkiran minimarket. Kedua pelaku berinisial F (35) dan MM (31), warga Bangkalan, Madura, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur pada bagian kaki setelah berusaha melarikan diri saat proses penangkapan.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M. Prasetyo mengungkapkan, berdasarkan hasil penyidikan, kedua tersangka diduga telah melakukan aksi pencurian di sedikitnya 10 lokasi berbeda di wilayah Surabaya.

“Enam TKP pencurian dilakukan di area parkir minimarket, sedangkan sisanya di warung dan rumah warga,” ujar AKP M. Prasetyo, Senin (8/6/2026).
Penangkapan kedua pelaku merupakan hasil pengembangan kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di sebuah minimarket di Jalan Jakarta, Surabaya, pada 5 November 2025. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan serangkaian penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku.
Menurut Prasetyo, proses pengejaran berlangsung cukup lama karena para tersangka kerap berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari kejaran petugas.
“Tersangka ini sering berpindah tempat tinggal. Kami terus melakukan pengejaran hingga akhirnya diketahui kembali berada di Bangkalan,” jelasnya.
Tim URC Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak kemudian bergerak melakukan penyergapan di kediaman para pelaku. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi kejahatan.
“Dari tangan tersangka kami menyita kunci T, magnet, kunci palsu, serta sebuah pisau yang diduga digunakan saat beraksi,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka F diketahui merupakan residivis kasus curanmor. Ia tercatat pernah menjalani hukuman dalam kasus serupa pada tahun 2013 di Polsek Mulyorejo, tahun 2018 di Polrestabes Surabaya, dan tahun 2020 di Polsek Tandes.
Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP lain maupun keterlibatan pelaku dalam jaringan curanmor yang lebih luas.
“Kami masih melakukan pengembangan untuk memastikan apakah ada lokasi kejadian lain yang pernah menjadi sasaran para tersangka,” pungkas AKP M. Prasetyo. (gus)











