Surabaya, Potretrealita.com – Menjadi tenaga kesehatan yang mampu meringankan penderitaan sesama dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat merupakan cita-cita mulia yang dipegang teguh oleh Atika Rizkia Tunikmah, siswi Kelas 6 MI ANNUR Bulak Banteng Wetan Gang 17, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Angkatan 2025/2026.
Dalam sesi pengenalan diri yang berlangsung di hadapan teman-teman sekelas dan guru pembimbing, Atika dengan penuh keyakinan mengungkapkan impiannya untuk menjadi seorang dokter. Keinginan tersebut tumbuh dari rasa kepeduliannya terhadap orang-orang yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.
“Sejak saya masih kecil, saya kagum melihat bagaimana dokter bisa menolong orang yang kesakitan. Saya ingin suatu hari nanti bisa melakukan hal yang sama, berbagi kebaikan, dan menjaga kesehatan banyak orang. Saya sadar perjalanan ini tidak mudah dan butuh usaha keras, tapi saya berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh, rajin berdoa, dan tidak akan mudah menyerah sampai cita-cita ini tercapai,” ujar Atika dengan penuh semangat.
Tekad kuat yang ditunjukkan Atika mendapat apresiasi dari wali kelasnya, Ustadzah Intan. Menurutnya, profesi dokter merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan membutuhkan dedikasi tinggi.
“Cita-cita menjadi dokter adalah pilihan yang sangat mulia. Profesi ini membutuhkan ketekunan, kecerdasan, serta hati yang tulus untuk melayani. Kami sebagai guru akan selalu mendukung Atika dan teman-temannya agar terus berprestasi, terutama dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam yang menjadi dasar ilmu kedokteran,” tuturnya.
Dukungan serupa juga datang dari keluarga. Ayah Atika, Bapak Tunikmah, mengaku bangga terhadap cita-cita putrinya dan berkomitmen memberikan dukungan penuh dalam setiap langkah pendidikan yang ditempuh.
“Kami sebagai orang tua tentu bangga dengan cita-cita Atika. Sejak kecil ia memang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap orang lain. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh, baik dalam pendidikan maupun doa, agar ia bisa mewujudkan impiannya menjadi dokter yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, sang ibu, Ibu Siti, berharap putrinya tetap menjaga semangat belajar dan akhlak yang baik dalam meraih cita-citanya.
“Kami berharap Atika tetap rajin belajar, menjaga akhlak, dan tidak mudah putus asa. Menjadi dokter bukan hanya soal pintar, tetapi juga soal hati yang ikhlas dan peduli. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkahnya,” ungkapnya.
Memiliki cita-cita yang jelas sejak usia sekolah dasar menjadi modal penting bagi seorang anak dalam menatap masa depan. Dengan dukungan keluarga, guru, dan lingkungan sekolah, Atika Rizkia Tunikmah diharapkan mampu menjaga konsistensi dalam belajar, mengembangkan potensi diri, serta terus memperbaiki akhlaknya.
Harapan besar pun tertuju kepada Atika agar kelak dapat mewujudkan impiannya menjadi dokter yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kejujuran, dan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat, bangsa, dan agama. (Mul)











